Episode Empat Belas: Akhirnya Cinta

http://ngerumpi.com/baca/2010/07/16/dream.html

Episode sebelumnya episode tiga belas.

“Ah, Mas Bagas. Apakah Aku telah mengatakan sesuatu yang salah padamu”, pikir Dimitri.

Angin berembus pelan, bulir-bulir padi bergoyang-goyang dengan lincahnya ditiup angin.

Bagas, Denova, Rindang, Damian. Semua adalah tokoh-tokoh yang ada dalam mimpi Dimitri malam itu. Hingga semua pun gelap dan gelap. Menjauh dari pikirannya sendiri. Tiba-tiba ada yang mengecupnya dengan manis.

 ***

“Oma, bangun Oma”, Cinta membangunkan Omanya dengan lembut.

“Ya, sayang. Jam berapa sekarang?”, tanya Oma.

“Baru saja adzan subuh berkumandang”, jawab Cinta.

“Baiklah Oma sholat subuh dahulu ya”, kata Oma.

***
Selesai Oma sholat subuh. Oma dan Cinta menuju ruang makan.

“Wah, Bi Moh memasak apa pagi ini?”, tanya Oma.

“Nasi goreng spesial dengan putih telur, Oma”, jawab Bi Moh.

“Wah sedap sekali terlihat”, kata Oma sambil menyendokkan nasi ke piring.

“Oma tidur nyenyak semalam?”, tanya Cinta.

“Ya, tentu saja Cinta?” jawab Oma.

“Oma terus memanggil nama seseorang sebelum bangun tadi”, ujar Cinta.

“Oya?”, Oma pun terdiam. “Mungkin itu hanya gumaman Oma saja sayang, sejak Opa meninggal setahun yang lalu Oma selalu memimpikan Opa. Opakah yang Oma panggil itu?”, tanya Oma.

“Bukan Oma, biasanya Oma memang selalu memanggil Opa dalam mimpi Oma. Tapi kali ini, supernova, eh bukan majalah nova, eh…salah Oma. Siapa ya?”, ujar Cinta.

“Nova? Denova maksudmu? benarkah Oma memanggilnya? Oma tak pernah ingat dengan mimpi. Selalu Oma lupa jika sudah terbangun”, ujar Oma.

Oma pun terdiam, melanjutkan makannya. Walau dalam hati ia merasakan sesuatu yang lain. Nostalgianya di masa lalu.

***

Selesai makan Oma dan Cinta pergi menuju sawah mereka. Beberapa tahun setelah menikah dengan seorang pengusaha Belanda, Dimitri memang menetap di Indonesia dengan suaminya. Mereka membangun usaha di bidang pertanian khususnya Padi. Dari mulai menanam dan memanen, hingga diolah menjadi bulir-bulir beras yang siap dipasarkan oleh Unit Dagang di Jakarta. Berton-ton beras yang mereka produksi setiap masa panen tiba. Keahlian Dimitri serta pengalaman suaminya menjalankan usaha ternak domba di Belanda merupakan gabungan yang sangat pas sekali.

http://www.flickr.com/photos/leoroubos/2149634102/

“Apakah kau sudah pernah jatuh cinta?”, tanya Oma di perjalanan menuju sawah.

“Ah Oma, Cinta malu mengakuinya”, jawab Cinta.

Cinta dan kedua orangtuanya tinggal di Sukabumi sejak Cinta kecil. Sedangkan Oma tinggal di Cianjur sejak awal kembali ke Indonesia.

“Cinta berlibur kemari, Cinta sedang gelisah dengan hati Cinta Oma. Weekend kemarin Cinta ke pantai Anyer dengan Mama. Cinta ingin melupakannya, tapi sulit Oma”, ujar gadis belasan tahun itu.

Simak episode itu di Cinta.

“Cinta, itulah Cinta. Ia ada dan akan sulit lepas dari ingatan dan mata hati kita. Oma pernah mengalaminya dan itu dulu Cinta. Sewaktu Oma masih muda, sebelum Oma pergi ke Belanda dan bertemu dengan Opa. Itu semua masa lalu salah satunya adalah Denova yang kau katakan Oma panggil dalam mimpi Oma. Selama ini Oma tak pernah mengingatnya, bahkan terpikir sejenak pun tidak. Oma sungguh mencintai Almarhum Opa. Perjuangan Opa mendapatkan Oma dan kegigihannya dalam mempelajari Islam sebelum kami menikah benar-benar membuat Oma kagum. Setelah di Belanda justru Oma bergiat dalam mempelajari ajaran agama kita Cinta. Saat itu kondisi Oma memang sulit. Kegalauan seorang gadis dua puluhan dalam cintanya”, Oma mengatakan itu sambil tersenyum.

“Apakah Denova cinta pertama Oma?”, tanya Cinta.

“Hmm, dia bukan cinta pertama Oma. Cinta pertama Oma bernama Bagas. Namun Denova yang pertama memberikan ciintanya pada Oma. Oma pun merasakan hal yang sama. Hanya saja dalam perjalanannya waktu tak menyatukan kami. Oma pergi ke Belanda untuk semua cita-cita Oma saat itu. Ya, Oma gadis ambisius dan kata orang jenius. Oma tinggalkan semua cinta Oma di Indonesia dan mulai meraih cinta baru di Belanda”, cerita Oma.

“Aku juga punya cinta pertama. Namanya Luvi. Namun Aku sedih Oma ketika Luvi pindah ke Jakarta dengan keluarganya dan katanya ingin meninggalkan Cinta agar Cinta bisa kuat dan tak cengeng lagi. Cinta dari kecil berteman dengan Luvi memang selalu bergantung pada Luvi. Cinta sedih Oma”, ujar Cinta.

“Tak perlu sedih Cinta. Hidup itu masih panjang dan masih ada banyak kesempatan bagimu. Jika Ia memang benar cintamu, yakinlah ia akan kembali. Asal kau yakin dengan itu. Sekarang jalanilah hidup dengan semangat. Cucu Oma kan pintar, cerdas dan sholeha ya Sayang”, kata Oma.

“Ah, Oma tak salah Cinta kemari. Cinta selalu bisa lebih tegar karena pujian dan semangat dari Oma”, ucap Cinta tulus.

“Ya, sayang. Kita ke tengah-tengah sawah itu yuk!”, ajak Oma.

Ah Oma masih tetap kuat walaupun Oma sudah berumur 60 tahun.

***
Siang itu dikala Oma sudah beranjak ingin tidur siang. Mang Asep tiba-tiba datang ke rumah.

“Ada Oma Bi Moh?”, tanya Mang Asep dari arah dapur.

“Ada, sudah mau tidur siang sepertinya Mang. Sore aja kemari lagi ya”, kata Bi Moh.

“Eh, jangan atuh. Harus sekarang. Ada pembeli besar dari Jakarta. Katanya mau menemui Oma”, jawab Mang Asep.

“Ya sudah sebentar Saya panggilkan dahulu Oma ya Mang”, jawab Bi Moh.

***
“Ada apa Mang?, tanya Oma begitu sudah di dapur.

“Begini Oma, ada pembeli dari Jakarta. Katanya mau menawar harga langsung ke Oma. Sepertinya pembeli baru”, jawab Mang Asep.

“Ya, sudah ayuk deh. Cinta antarkan Oma pakai motor ya”, pinta Oma.

“Ya Oma”, jawab Cinta sambil menuju parkiran di depan.

***
Begitu sampai di pusat penggilingan padi dan unit dagang “Lestari” miliknya, Oma segera turun dari motor. Menemui calon pembelinya.
Seorang Opa yang terlihat seumuran dengan Oma bangun dari duduknya.
Betapa terkejutnya Oma, melihat guratan-guratan wajah itu. Guratan wajah yang ia kenal meskipun tak lagi muda.
Begitupun dengan lelaki tua itu. Ia terkejut bukan main dengan wanita tua yang ada di hadapannya.
“Dimitri?”, tanya Lelaki tua itu.
“Denova?”, sambut Oma.
“Mengapa kita bisa bertemu di tempat ini? tempat yang tak ada sama sekali dalam masa lalu kita”, tanya Lelaki Tua itu.
“Entahlah”, jawab Oma sambil tersenyum.
***

Epilog

Denova dan Damian memang akhirnya mendirikan usaha bersama. Bidang penjualan beras. Usaha mereka tergolong sukses.

Akibat cekcok beberapa tahun yang lalu antara Dimitri dan Damian akhirnya Dimitri meninggalkan Indonesia dan menuju Belanda. Damian tak mengetahui lagi dimana Dimitri berada sehingga Denova pun tak punya informasi keberadaan Dimitri. Rumah Dimitri, tempat ia tinggal bersama Ayahnya dulu, sudah dijual ketika ayah Dimitri meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Denova akhirnya menikah dengan Dita teman semasa kuliah yang sudah meninggal akibat sakit jantung dua tahun yang lalu. Rindang mantan pacar Denova yang cemburu akan hubungan Dimitri dan Denova akhirnya menikah dengan teman kuliahnya. Hatinya sudah terlalu sakit untuk seorang Denova.

Mengenai Bagas, cinta pertama Dimitri kabarnya pun meninggal dunia akibat kecelakaan yang menewaskannya ketika pulang dari pristiwa di “Bukit Layang-layang” sekian tahun yang lalu.

Sebulan kemudian Dimitri menikah dengan Denova. Cinta mereka tak lagi seperti anak muda, namun cinta itu adalah cinta di penghujung usia. Teman bicara dan berbagi di kala usia tak lagi muda. Mereka bahagia hingga Denova pun meninggal dunia 3 tahun kemudian. 

Jika Ia memang benar cintamu, yakinlah ia akan kembali. Asal kau yakin dengan itu.
– Finish –
β€œCerita ini diikutkan Giveaway Suka-suka Dunia Pagi”
baca juga daftar isi
Iklan
23 comments
  1. etikush said:

    moga menang yach… πŸ™‚

  2. amel said:

    wah endingnya beda dari yang lain, Den-Dimi versi tuir… hahahajadi inget film Letter of Juliette.. di situ kan oma dan opanya ketemu terus akhirnya nikah..

  3. jadi 3 cerita nih ya mbak isinya :)good luck ya mbak. maaf aku belum baca semua isinya

  4. kakaakin said:

    Wah… yang ini melangkah jauh berpuluh-puluh tahun kemudian ya…Saya membayangkan kalo dijadiin FTV, keknya keren banget… πŸ™‚

  5. Gudlak ya Pu…Aku absen GA ini, secara harus belum ngeh πŸ™‚

  6. Orin said:

    Wuidiiih…bertemu kembali di usia senja, co cwiiiittt.Gudlak ya neng πŸ˜‰

  7. waah.. kaya di film apa gitu yah.. pas bisa barengnya pas udah tua πŸ˜€

  8. Duuuhh… so swit sekali.. Ketemu cinta lama di usia senja…

  9. eh, eh… komenku kok sama dengan komen Orinn yaa..hihihi…Riiiinnn….!! Tos!Gudlak ya, Pu…

  10. Indah sekali…….Semogamenang ya Mba, dan sukses selalu.SalamEjawantah's Blog

  11. sayyidahqurani said:

    bertemu di usia senja,, sweett..lau cerita india, biasanya dilanjutkan cucunya ya? hehe

  12. tutus said:

    Wahh… versi yang sedikit berbeda yah.. πŸ™‚ HeheheSukses dah ngontesnya

  13. ceritanya bisa nyambung sama cerita Cinta dan Luvi ya mbak… hebat eh… cerita yg seru dgn ending yg manis.. semoga menang kontesnya ya mbak…^_^

  14. Kunjungan balik y gan ^^ Thx infonyahttp://4share-information.blogspot.comSalam blogger IndonesiaJangan lupa komentarnya ^^Lebih baik saling menyapa sesama blogger Indonesia jangan lupa follow jga ^^( bila berkenan )Atau subscribe Pastinya akan saya foll back / subscribe back

  15. dmilano said:

    saleum,sekedar bewe sob, πŸ™‚ selamat pagi. saleum dmilano

  16. ending dengan versi yang lain daripda yang lain…Suka latar belakangnya, dengan kehidupan bertaninya.heh keren mba Pu… :Dsemoga sukses di GA ini

  17. LJ said:

    ah, Pu jago sekali bikin fiksi.. hebat!

  18. Ditter said:

    Waaah… menarik!Oh iya, saya juga ikutan Giveaway Suka-Suka, lhoo… hehe…. Sukses buat kita semua πŸ™‚

  19. Nyach said:

    wuihhhh endingnya kerenpenuh ketenangan dan membahagiakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: