(Fiksi) Cinta – bagian 4

Pendaratan terakhir cinta bagian 3

Aku sudah bisa melupakannya selama beberapa hari terakhir, melupakannya di pikiranku. Aku menyibukkan diri dengan kegiatan yang banyak. Ah, berlibur ke pantai ini bersama Mama juga atas dasar itu. Namun mengapa saat ini hati ini tak mampu menahan untuk mengingatnya. Sisi hati yang lain mengatakan takkan pernah akan terlupa apa yang sudah ada di hati, selamanya. Dia sahabatku, hanya sahabatku tak lebih dan tak kurang. Aku justru merasa aneh jika dia menjadi lebih namun mengapa persahabatan kami adalah sesuatu yang aneh. Anomali.Dia pergi begitu saja bersama teman-teman yang lain. Aku tahu, aku tak berhak akan semuanya. Aku tak berhak mencegahnya untuk tetap bersamaku. Tapi mengapa? Dia tak berubah sesungguhnya.

Dia hanya mengatakan ketika di hari terakhir hendak meninggalkanku, lebih baik kita tak bersama-sama. Persahabatan kita tak putus tapi kita tak lagi bersama-sama. Aku menangis saat itu. Why? Mengapa? Apa salahku?

“Aku terlalu mencintaimu untuk menjadi sahabatku Cinta, tapi Aku tak bisa mencintaimu untuk saat ini. Aku memiliki jalan yang masih panjang. Dan Aku tak bisa tenggelam dalam hal aneh ini bersamamu. Hidup kita masih panjang. Cobalah kita berpisah, dan kita coba untuk membuktikan bahwa kita bisa melakukan sesuatu. Memberi kejutan pada dunia, dengan jalan kita masing-masing”, kata Luvi saat itu.

“Mengapa? Apakah ini akibat dari kupu-kupu oranye yang waktu itu kita temukan di hutan setelah kau menggambar dan aku menulis, saat itu kau bantu si kupu-kupu untuk terbang dan ternyata itu justru melukainya dan membuatnya tak bisa terbang?”, desak Cinta.

“Aku hanya bisa mengatakan Ya Cinta”, kata Luvi.

“Apa yang akan kau lakukan?”, tanya Cinta.

“Keluargaku akan pindah ke luar kota, ke Jakarta”, jawab Luvi.

“Jauh sekali dari sini”, kata Cinta.

“Tidak jauh hanya 2 jam. Sukabumi ke Jakarta itu membutuhkan waktu hanya segitu”, jawab Luvi.

Cinta tak mampu berkata-kata. Ia menangis dan berlarian menuju rumahnya. Luvi tak beranjak dari tempat semula ia berdiri. Membiarkan Cinta pergi berserta tangisannya, hal ini sudah ia duga sejak awal.

Ah, hanya itu saja. Mata Cinta terus menangis saat itu. Cinta mengingat itu semua, dan kini lagi-lagi ia menangis. Luvi tak hanya sekedar pergi tapi juga tak meninggalkan informasi apapun seputar dirinya. Luvi akan menjalani SMU di Jakarta. Semua itu ia lakukan agar kami bisa konsentrasi pada mimpi dan impian masing-masing. Luvi menganggap kita harus bisa mengejar mimpi kita masing-masing tanpa bergantung. Kita harus belajar mulai menjadi remaja mandiri dan mulai dewasa. Tidak lagi menjadi Cinta yang cengeng dan Luvi yang selalu bangga seakan menajdi pahlawan bagi Cinta. Luvi tak mau hal itu. Ia mau Cinta mampu bangkit dengan kekuatannya sendiri.

Tulisan ini sudah lumayan panjang. Ya, cerita tentang Luvi akan selalu panjang.

Bersambung

Baca juga daftar isi

Iklan
15 comments
  1. uhukwah aku jadi cintaaaaaa….silakan ambil lagi foto saya yang tertawa cemberut dan ekspresi lainnya buat menambah hidup ceritanya*jingkrak2*

  2. Itu foto siapa huehehehehe … ^_^Nice story, Put

  3. Masbro said:

    Kupu kupu orange nya cantik ya, secantik cinta..

  4. wah fotonya mbak Hani ya..? huebat!ceritanya juga unik..mengejar cita2 memang harus mengorbankan sesuatu ya Mbak,,,hiks ini pengalaman pribadi bukan??

  5. Nia said:

    masih bersambung yach mbak….kira2 nnti ketemu lg ngga? hehehe penasaran

  6. @ bang aswi: siapa hayo? makasih bang…@masbro: iya cantik@ketty:pengalaman pribadi? nggak juga mbak..@mbak lidya: terkenal sih ya ^^@nia: ketemuan ga ya? biar hati bicara deh.@tirta: salam kenal kembali

  7. ntar ada cinta 12 (kayak sinetron tersanjung)hayoo cepat selesaikan tulisanmu.. ga sabarr nihhhikhikhik 🙂

  8. Asop said:

    Kebanyakan nangis mata jadi sembab. 😦

  9. amel said:

    baru mulai ya mbak pu..untung belum ketinggalan jauh.. mel dah baca semuanya lho.. cuma ga dikomenin satu-satu..heheditunggu lanjutannya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: