Sejejak Romantisme Yang Kita Punya

Selamat pagi ….Semoga hari Senin yang cerah ini membawa semangat baru bagi kita semua. Amiiin.Derai hujan malam kemarin sungguh indah sekali, seindah hatiku semalam. Ah, ini hanya kisah biasa di tengah-tengah pernikahan yang kami jalani, tapi ini indah (yah indah bagi kami sih :D). Aku suka dengan tatapan matanya.

Tadi malam sebenarnya suasana hati kami sedang sedih, ya Papa mertua sejak Kamis dirawat di RS Jantung Harapan Kita. Mendadak Papa mendapat serangan jantung yang memang sudah menyerangnya sejak tahun 2003. Serangan yang kemarin itu menyebabkan Papa harus masuk ruangan ICU untuk mendapatkan pelayanan intensif. Mama mertua mulai merasakan kesedihan, kuatir Papa akan pergi saat ini. Namun My Soulmate berusaha menenangkan walau kutahu dia juga gelisah di hatinya. Ah, Papa dan Mama mertua memang pasangan yang wiiih aku suka melihatnya. Kompak dan sungguh menginspirasi. Dengan kejadian Papa sakit itu cukup membuat My Soulmate terlihat sedih, Aku tahu itu, Aku bisa merasakannya. Kamis itu dia sedang berada di Cilengsi ada training untuk Driver baru. Dia yang mengurus training itu. Jadi My Soulmate baru bisa ke Harapan Kita jumat malam. Saat itulah dia melihat Mama menangis. Memang saat itu Papa masih di ICU, Papa masih sadar tapi kondisinya sedang sangat tak baik. Menurun.

Di rumah seperti biasanya My Soulmate curhat ama Aku, Aku suka kalo My Soulmate lagi curhat abis ngerasa jadi dibutuhin, diharapkan untuk menenangkan perasaannya. My Soulmate bilang tadi mama menangis, dan Arief bilang Mama ga boleh menangis, Papa sudah memberi semua yang terbaik bagi kita. Nikmat Allah sudah banyak sekali untuk kita dan apakah ketika akhirnya Papa harus pergi kita menangisinya sedangkan semua makhluk pasti kembali pada Nya. Tak ada yang tersisa.

Ya, seperti biasa My Soulmate selalu bisa meyakinkan siapapun dengan cara logis. Kuakui ini kelebihannya sehingga banyak juga Sahabat dan teman yang akhirnya mempercayakan untuk minta pendapatnya jika sedang ada masalah dan butuh pendapat yang logis. Itu juga yang ia lakukan padaku jika aku sedang lemah, pendapatnya yang logis membuatku bangkit (walao kadang suka sebel pas aku pengennya dimengerti dulu, tapi dia malah mengucapkan hal logis :P). Dan ketika dia sedang lemah, yah kutahu kejadian papa sakit sesungguhnya membuat hatinya sedikit gelisah juga maka biasanya dia butuh aku untuk sekedar memijat atau mengelus-elus punggungnya. Atau apalah yang penting menemani.

(yang tadi intro, ini baru babak utamanya)

Tadi malam kami ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita berdua saja. Naik motor dari Cipinang ke Gatot Subroto. Anak-anak tetap tinggal di rumah bersama mba Moh.

Sampai di Harapan Kita sudah Maghrib. Kami langsung ke kamar intermediate tempat Papa dirawat. Ruangan intermediate berisikan 6 orang pasien. Alhamdullillah sejak Sabtu Papa sudah naik kelas ga di ICU lagi jadi sudah lebih baik kondisinya. Dan hari Ahad kemarin Papa akan menempati kamar rawat inap biasa. Pindahnya malam itu juga tapi menunggu hujan reda. My Soulmate pun sholat Maghrib, Aku yang memang sedang halangan tetap tinggal di ruangan papa. . Bersama mama mertua dan tamunya papa. RSJ Harapan Kita sangat ketat dalam jadwal kunjungan, hanya bisa dari jam 11.00 sampai dengan jam 12.00 di siang hari atau jam 17.00 sampai dengan 18.30 di sore hari. Dengan jadwal itu maka ketika jam 18.30 telah tiba Aku dan My soulmate harus keluar. Hal ini mungkin upaya rumah sakit agar suasana tetap tenang dan tak mengganggu pasien yang ingin istirahat.

Kami pun menuju selasar tempat menunggu, kami duduk aja di lantai. Saat itu hujan sedang mengguyur Jakarta deras sekali. Ah kapan lagi kami bisa duduk-duduk santai begini, berdua aja tanpa anak-anak. Sebuah situasi yang jarang. Apalagi ketika kemarin kami belum dibantu mba Moh. My Soulmate membawa laptop, dia memang sedang mengerjakan slide character building. Kebetulan sedang menyusun slide sekaligus membuat film-film dengan Windows movie maker. Latar lagu “Ayah” yang dinyanyikan ulang Ariel Peterpan dan Candil Seurieus ikut mengiringi. My Soulmate menunjukkan Aku gambar-gambarnya, juga gambar-gambar lain seperti video laut yang indah banget. Dan aku merasa suasana saat itu romantis banget deh. hehe.Walaupun hanya di selasar Rumah sakit, duduk di lantai pula, dan kondisi hati sedang sedih karena papa sakit. Tapi yang pasti Nikmat Allah yang mana lagi yang kau dustakan.

Salam persahabatan untukmu

Baca juga daftar isi

17 comments
  1. romantis banget, mbak :3semoga papa mertuanya cepat sembuh ya, mbak. 🙂

  2. Orin said:

    Ahh..romantisnya Pu sm sang soulmate :)Oh iya, semoga papa mertua segera membaik ya Pu^^

  3. entik said:

    so sweet, menghabiskan waktu hanya berdua saja…semoga papa mertua segera sehat

  4. asiknyaa yg udah ketemu soulmate :(semmoga papa mertuanya cepat sembuh, amiin…

  5. Kalo sudah punya anak susah ya mbak mau duduk santai berduaan??? Hikz, *mBayangne*

  6. r10 said:

    semoga papa mertua mbak puteri cepat sembuh

  7. Nia said:

    smoga papa mertua cepat sembuh yachhh…wah momen seperti itu jarang2 terjadi yach mbak setelah punya anak…..aku ngrasain banget nech..apalagi anakku yg kecil klo tidur ngga pernah pules…sebentar2 ngek…jadilah aku kalo udah di kamar ngga bisa keluar lagi….akibatnya suami sendirian aja nonton tv hiks….

  8. dey said:

    romantis bisa dimana aja, di selasar rumah sakit sekalipun.mudah2an papa mertua cepet sehat ya ..

  9. melly said:

    Semoga papa-nya cepet sembuh yah mba put :)dan semoga juga kemesraan dan romantisme dg my soulmate jg tetep terjaga.hehe

  10. semoga papa mertua cepet sembuh ya mbak….kadang kadang romantisme pasutri lebih kena kalo acaranya dadakan. saya sendiri selalu merasa gitu, tapi kalo direncanain malah gatot. saya pernah sama suami mau dinner berdua di malam minggu, Ara saya titipin sama opungnya, eh baru aja pesen makanan, udah ditelpon sama opungnya, Ara jatuh dari sepeda (malam malam main sepeda!!!) dan bibirnya berdarah. langsung aja kami bayar pesenan kami (padahal belum dimakan) dan langsung pulang (rencana ngedate yang udah di atur seminggu sebelumnya = gatot).hehehhe, enakan yang dadakan mbak, kayak yang mbak sama soulmate mbak itu.

  11. Bundo said:

    Bundo ikut berdoa semoga papa diberi kesembuhan.. dan yang terpenting juga, keluarga Pu dan suami bersabar dalam musibah ini.

  12. Meski sejejak tapi akan dikenang selamanya, akan dibaca oleh anak2 nantinya… karena ditulis ya Pu ;)Hujan menambah romantisme itu….Semoga Papa mertua segera pulih ya Pu, teriring do'a untuk beliau 😉

  13. Della said:

    Semoga Papa cepat sehat ya, Pu.Dan semoga selalu romantis tis tisssss sampe tua nanti, amin ^_^

  14. moga papa mertua cepet sembuh ya mbakk…duh, suamiku ga ada romantis2nya pisan euy.. jadi kalo aku yang mo romantis, malah jadinya kacauuu hik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: