Peraturan Yang Melindungi Konsumen

Kasus Prita MulyaSari masih hangat dalam ingatan kita. Bagaimana dalam keputusan kasasi Pritatetap dinyatakan bersalah. Walaupun upaya hukum Peninjauan Kembali masih bisadilakukan.  Hanya karena Pritamenyebarkan Email tentang ketidaksukaannya pada pelayanan sebuah Rumah Sakit.Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita mengeluhkan hal yang hampir sama di blogkita masing-masing? Atau di media lain dunia maya ini?
Dalam kehidupansehari-hari tentu kita tak lepas dari kegiatan mengkonsumsi, kita disebutsebagai konsumen. Entah menjadi konsumen sebuah Rumah Makan, konsumen sebuahRumah Sakit, konsumen Pasar Swalayan, konsumen Penerbitan, dll. Ya setiap kitaadalah konsumen. Tak dapat dipungkiri bahwa setiap kita memutuskan untukmemilih satu tempat untuk menjadikan diri kita sebagai konsumen maka ada satukeyakinan walaupun keyakinan itu tidak seratus persen bahwa suatu tempat ituadalah tempat yang tepat untuk kita konsumsi, seolah tak ada lagi tempat lainyang lebih baik.
Namun suatu saatakan kita temukan pula kekurangan, kesalahan, bahkan kerugian yang kitadapatkan dari pelayanan suatu tempat. Entah itu di Rumah Makan karenapelayanannya lama, dan ternyata setelah ditunggu kurang lebih satu jam makananyang kita pesan tak kunjung datang. Ketika ditanyakan ke pelayan, dikatakankita belum memesan menu itu. Atau di saat yang lain kita memesan suatu menuyang terlihat sangat menggoda di buku menu dengan fotonya yang menggiurkan laluketika makanan yang dipesan didatangkan di meja makan kita ternyatamengecewakan. Tampilannya tak seperti di foto. Tak seindah aslinya. Atau ketikadi rumah sakit kita mendapati perawat yang tak ramah bahkan tak bisa mengambilhati kita dengan cara menyenggol bekas luka operasi ketika perawat itu sedangmemandikan kita sebagai pasien.
Biar bagaimanapunpelayanan konsumen itu penting, konsumen itu Raja. Lalu kalau kita mendapatkanpelayanan yang tak menyenangkan bagaimana. Adakan peraturan yang melindungikita? Alih-alih curhat di dunia maya, penangkapan dan kasus pidana pencemarannama baik justru datang kepada kita. Kita sebagai blogger terkadang takmenyadari hal ini. Lalu adakah cara lain?
Jawabnya adalahada. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merupakanpayung hukum konsumen. Penyelesaian sengketa bisa dilakukan baik di pengadilanmaupun luar pengadilan. Selain lebih aman, masalah kita pun akan lebih mudahterpecahkan apabila kita menggunakan jalur penyelesaian sengketa yang tepat. Untuklebih jelasnya dapat dilihat di sini.
Biar bagaimanapunketika kita menjalani hari-hari kita sebagai blogger maupun penggunan duniamaya pada umumnya ada aturan-aturan yang harus kita pahami. Seringkali kita takmemahami peraturan namun kita juga yang mendapat masalah. Setiap perilaku kitamemang memiliki konsekuensi hukum dan para penjual/pengusaha tentu tak mauusahanya gagal hanya karena catatan dan postingan kita di dunia maya, khususnyadi blog kita. Walaupun blog kita adalah blog pribadi namun tetap blog itumemiliki akses di dunia maya. Undang-undang Perlindungan Konsumen mudah-mudahandapat menjadi jawabnya saluran kita menyampaikan kegundahan sebagai konsumen.
12 comments
  1. melly said:

    Sekarang rada was2 klo mau komplen sesuatu.terus kasus contekan massal itu, aku kemrin baru baca di kaskus. katanya ibu2 yg melapor perihal kecurangan contekan massal itu di usir dr kampungnya..ckckckcyg benar malah dimusuhi. kasian bgt.

  2. edratna said:

    Sebagai konsumen kita harus tahu apa hak dan kewajiban sebagai konsumen. Kita sering malas membaca tulisan yang kecil-kecil, padahal point nya di situ.Namun..kita juga nggak bisa asal klaim, apalagi di media masa, lewat internet, karena sebagai pengguna internet, kita juga tunduk pada uuitee.

  3. Hmmm..bener juga yah…jadi takut juga mau curhat..makanya disamarkan aja nama nama kalo kita curhatbiar nggak tersinggung atau merasa dicemarkan nama baiknya…Kayaknya dari yang pernah aku lihat dalam sebuah diskusi "Jakarta Lawyer Club" kalo tak salah waktu itu di TV one, kayaknya undang undang (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang perlu juga untuk direvisi dan dilihat lagi dalamnya soalnya banyak itulah pasal yang dijadikan jeratan untuk ibu prita..Semoga untuk selanjutnya kita sebagai konsumen ini punya hak suara dan didengarkan..dan dilindungi..bener seperi kata mbak putri berdasarkan undang undang perlindungan konsumen ..:) nice posting

  4. julie said:

    terima kasih dek atas sharingnyaselama ini gak tau undang2 jelasnya nih

  5. Masbro said:

    Harus berpikir dua kali kalau akan memposting sesuatu, itu yang saya petik dari postingane sampean Mbak. Tidak peduli meskipun blog kita adalah blog personal (belajar dari apa yang terjadi). Tengkyu ya Mbak, udah saling mengingatkan. Salam hangat;

  6. Hal yang perlu saya perhatikan juga nih sebagai pihak yang memberi pelayanan pada konsumen🙂

  7. Dhe said:

    Hmm, kemaren malam saya hampir untuk meluapkan emosi di blog. untung saja masih bisa ditahan. kadang, blog itu ibarat lidah kita dan lidah lebih tajam dari pisau. thx sudah mengingatkan mbak..🙂

  8. banyak memang dari kita yg belum atau tidak mengerti dgn jelas ttg hak dan kewajiban sebagai konsumen.karena hal tsb kurang disosialisasikan mungkin ya.nah, sebagai seorang blogger , pengguna layanan internet, tentunya kitapun , paling tidak harus paham sedikit ttg uu ite ini, begitu mungkin ya Put :)terimakasih sudah menuliskan hal2 yg bermanfaat ini, Putsalam.

  9. ternyata di negara demokrasi masih harus berhati2 juga dalam menyampaikan pesan ya jngan sampe democrazy sehingga kebablasan.

  10. entik said:

    konsumen memang sering terpinggirkan. Walau diundangkan sejak tahun 1999, tapi tetep banyak konsumen yang tidak tahu hak-haknya yang diatur dalam UU konsumen..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: