Nenek-Nenek (sebuah refleksi menjadi emak-emak blogger)

Ya itulah panggilan sayang suamiku yang lain untukku, selain Pupu. Pupu kalo lagi mesra, nenek-nenek kalo lagi sedikit atau banyak kesel ama saya. Nenek-nenek biar bagaimanapun mempunyai banyak arti. Bisa jadi karena saya memang cerewet, atau saya itu pelupa, atau saya itu sedikit (atau banyak ) agak dudul,,hehe…kalo saya gr sih bahwa itu pernyataan suami agar saya selalu seperti saya yang sekarang sampai nenek-nenek beneran kelak.


Tapi kadang suami juga bilang, belum jadi nenek-nenek kok udah kaya nenek-nenek???
waduh…kadang juga dia bilang, woi jangan tulis yang bagus-bagus aja di blog, tulis yang jelek-jelek juga..karena kamu juga ga selamanya bisa dipandang bagus kaan?dalam arti ada kekurangan diri …

Yah, begitulah seorang suami. Biar bagaimanapun itu bentuk penjagaan suami kepada emak-emak yang pengen ngeblog ini agar selalu eling…biar bagaimanapun ini dunia maya, harus hati-hati, sepakat kan sahabat?? ga perlu menampilkan diri kita seolah bagus gitu, tampilkan apa adanya. Kelak orang akan menilai diri kita secara wajar pula. Kadang memang dunia blog dan dunia maya membuat rumput tetangga kelihatan lebih bagus dari rumput di kebun sendiri. Padahal tuh rumput rumput karet (jadi inget iklan rokok).

Kita musti aware dan paham terhadap setiap maksud dari pasangan kita ketika ia mengatakan sesuatu itu intinya. Penjagaan suami bagi saya itu jelas istimewa, membuat diri kian aman melangkah, walau ia belum mau terlibat langsung di blog tapi setidaknya baca-baca blog tutorial dia suka. Saya ga suka dan ga bisa menulis, jangan dipaksa. Dan kamu harus jaga diri ketika ngeblog. 
Renungan diri yang dalam banget kaaannn..karena memang seperti dikatakan seorang sahabat bahwa eksistensi kita di dunia blog berbanding lurus dengan bagaimana kita bisa menempatkan keluarga di tengah aktivitas ngeblog. Saya sih sudah mulai, setidaknya adik saya saya ajak ke warung blogger, juga beberapa teman-teman kantor. Membuat mereka yang memang ada di dunia nyata dan selalu bertemu kita secara langsung. Agar mereka paham ini loh dunia ngeblog, ga seseram yang dibayangkan. 
Yang jelas jangan paksa mereka untuk menulis atau ngeblog jika memang tak suka, tapi sedikit banyak libatkanlah, kalau perlu diperkenalkan. Sekian dulu deh postingan refleksi ini, semoga bermanfaat…^^

29 comments
  1. Desri said:

    bahaya juga ya kalo orang menganggap kita sempurna gara-gara tulisan di blog yang ngebagus-bagusin diri sendiri…kudu siaga satu nih

  2. edratna said:

    Berbahagialah punya suami yang memperhatikan, bahkan sampai pada tulisan kita, itu artinya dia menyayangi kita.Btw, OOT nih…caranya menulis dan masuk ke warung blogger bagaimana? Atau tulisan baru kita langsung masuk? Japri ya….makasih.

  3. Masbro said:

    Selamat pagi Nenek, eh salah ding hehehe…Iya, kadang kita juga butuh menuliskan diri kita dari sisi yang tidak seperti biasanya. Salam hangat buat suaminya Mbak ya..

  4. tunsa said:

    dduuuhhh…baiknya suami mbak, hehe..bagus juga itu refleksinya.istri nabi juga demikian, jika sedang marah ucapannya "demi Tuhan Ibrahim" tapi jika sedang mesra "demi Tuhan Muhammad" padahal kan sama-sama yang dimaksud Allah ^^beruntunglah yang sudah berkeluarga, hihi..salam

  5. Dhe said:

    tu namanya suami perhatian ya mba.. hehehe

  6. hani malah sering dimarahin sama teman karena terlalu banyak menulis tentang kekurangan diri sendiri…ahhahahahah

  7. r10 said:

    saya juga mau ajak teman gabung waroeng blogger ah… biar mereka tahu blogging tak sseram itu πŸ˜€

  8. Yang penting kita semua harus mempunyai kesadaran kalau tidak ada manusia yang sempurna, pasti ada negatifnya…artikel yang menyentuh banget…sebagai pembelajaran untuk kita semua yach

  9. Suatu renungan yang pantas untuk diperhatikan, sebenarnya sih udah sifat manusia kalo berusaha untuk menutup-nutupi kelemahannya dan selalu berusaha untuk menampilkan kehebatannya, tergantung kitanya aja bagaimana menyikapi hal tersebut

  10. ysalma said:

    pasangan yang selalu memberikan kesimbangan ya, partner hidup yang baik πŸ™‚

  11. Nia said:

    wah sama nech kayak suamiku…selalu memantau blog istrinya….trs kalo ada postingan yg dianggap kurang pas, langsung di kompain ehhehe……kita hrs bersyukur yach punya suami yg perhatian……suamiku juga punya blog….tp ngga pernah bw hehehe

  12. han said:

    gk usah sedih bu, dibilang nenek2 brarti dia juga ada yg bilang kakek2…hehehebest regardsHANhttp://mhprihantoro.blogdetik.com/

  13. Orin said:

    Eh? suamiku jg begitu Put, jd silent reader, dan kalo ada yg 'aneh2' atw terlalu lebay lgsg dinasehatin sebaiknya ga boleh begini seharusnya begitu bla…bla… heuheuheu…Alhamdulillah ya Jeng πŸ˜‰

  14. wah, suaminya perhatian ya, hhe.yah, emang blog itu merefleksikan diri kita, tapi juga tergantung ekspektasi orang tersebut terhadap dunia blog.*haduh ngomong apa aku ini, malah bingung dewesalam kenal

  15. Lamulikuuum….Kunjungan perdana nie sob.. ijin follow ya,, link nya pun sdh tersimpan cantik di t4 saya.. Thanks be4..

  16. blogger bagi saya dunia paling aman tapi ada juga sih beberapa yang menyeramkan nipu2 gtuh..hehehealhamdulillah dgn ngeblog makin banyak temen maya yg jadi nyata setelah kopdar πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: