Suamiku Sungguh Ku Tak Dapat Ingkari Hati

Pertemuan pertama itu sungguh membangkitkan segenap rasa terpendam dalam diri…
Bertahun-tahun sudah kumenanti saat indah ini…
Ups…tatapanmu saat itu tak sanggup kubendung…
Melelehkan penjara diri yang kubangun bertahun…


Pasangan jiwa…
Di saat yang lalu pernah ku menolak, namun di pertemuan itu…
Tak mampu kumengelak…
Biarlah beton 60 tetap sebagai saksi…
Fatamorgana yang indah hilang sudah…
Berganti waktu dengan kenyataan yang kian mendekat…

Entah mengapa…
Mungkin itulah hakikat pertemuan dengan sahabat jiwa paling sejati…
Di saat itu kau terasa dekat …
Meski selama ini kau tak di sini…

Air laut bergelombang tsunami…
Mencengkram erat daratan dan memusnahkan masyarakat di sekitar…
Seperti tak cukup kuat seperti rasa yang akhirnya terbuka ini…
Membuat sadar…

Sahabat jiwa…
Pasangan jiwa…
Kita bersama hingga saat ini…
Di rumah ini….

Kau tahu segenap rahasia diri….
Kau tahu aku yang asli….

Panggilan sayang yang  indah pertama kudengar darimu…
Pupu…
Walau akhirnya banyak yang memanggilku dengan begitu….
Tapi sungguh kau yang pertama di waktu itu….

teruntuk suamiku sayang…

(mengenang pertemuan indah di rumah itu)

(Puteriamirillis, Juli 2011)

20 comments
  1. tunsa said:

    di rumah mana hayoo? hihi..so sweet…sweet banget dah :Dsalam buat suaminya mbak

  2. Asyik ya? Apakah suaminya sudah mbaca mbak??Salam kenal ya mbak, aq dari Malang. Salam hanget!!!

  3. yayack said:

    ikut tersenyum membaca tulisan ini hehe seolah mengingatkan orang2 yg sedang jatuh cinta. Semoga suami mbak juga senyum2 setelah mwmbaca ini ::::

  4. assalamu'alaikum,berangkat dari tatapan yang menembus tembok beton 60 menjadi awal yang indah.Semoga terus demikian dalam perjalanan indahnya menuju baiti jannati dengan amanah yang sholih/ha. amiin

  5. romantiiss,, bikin ngiri yg masih membujang,, hahha…beton 60 itu apa ya?😀

  6. Asop said:

    Ultah pernikahan, Mbak?😀

  7. dmilano said:

    Saleum,Menyentuh banget puisinya mbak pupu🙂 saya suka banget baca baca puisi..saleum dmilano

  8. niQue said:

    indah sekali puisinya duh! suaminya pasti berbunga2 deh😀 berharap saya bisa membuat puisi seindah ini untuk suami hehehe

  9. Batu said:

    cuit.. cuit.. prikitiew..senangnya dibikinin puisi sama istri…

  10. Uhuk uhuk lagi…Lagi-lagi ketemu postingan yang bikin iri puoll😀

  11. ping said:

    I’m extremely inspired with your writing abilities as smartly with the structure for your blog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it is rare to peer a nice blog like this one nowadays..

  12. edratna said:

    Indah sekali….Semoga tetap bersama dalam menghadapi pasang surut kehidupan…Amien.

  13. Orin said:

    aaaah…co cwiiiitttt…

  14. so sweet…Emang gag pernah habis kata2 untuk mengungkap cnta.

  15. Nia said:

    cieee…ceritanya lagi bernostalgia nechhh……suit..suit…

  16. Pagi ini kudapat satu lagi tercatatbila saja bumi ini mau berteriakBERIKAN AKU SEJUTA WANITA DAN ISTRI-ISTRI DARI SUAMI- SUAMI — YANG SOLEHA LAGI TABAHTapi sayang bumi ini hanya diam tiada bahasabumi hanya terima tanpa tandabumi hanya mampu bergoyang tapi tunggu bumi ini bisa mengguncang dengan bergoyangbumi ini bisa marahMARI KITA BERI BUMI INI DENGANWANITA DAN ISTRI-ISTRI DARI SUAMI-SUAMI — YANG SOLEHA LAGI TABAH

  17. Pagi ini kudapat satu lagi tercatatbila saja bumi ini mau berteriakBERIKAN AKU SEJUTA WANITA DAN ISTRI-ISTRI DARI SUAMI- SUAMI — YANG SOLEHA LAGI TABAHTapi sayang bumi ini hanya diam tiada bahasabumi hanya terima tanpa tandabumi hanya mampu bergoyang tapi tunggu bumi ini bisa mengguncang dengan bergoyangbumi ini bisa marahMARI KITA BERI BUMI INI DENGANWANITA DAN ISTRI-ISTRI DARI SUAMI-SUAMI — YANG SOLEHA LAGI TABAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: