Menanti Keabadian

Keabadian…
Adakah??
Jawabnya adalah ada…
Di Negeri bernama akhirat…

Saat ini kuterdiam…
Banyak sekali peringatan akan kuasa Nya …
Blog-blog sahabat menuliskan tentang itu…

Saat ini …
Aku yang sedang menanti keabadian…
Bilakah saat itu tiba…
Mengapa aku menjadi begitu takut…

Bayangan kuburan…
Dengan cacing-cacing tanah…
Sendiri di malam-malam sunyi…

Tak ada lagi canda ceria…
Yang ada kelapangan kubur…
Atau justru siksa kubur…

Dengan segala berat di hati…
Sungguh aku tak sanggup…

Sungguh setiap manusia tentu ingin hidup lama…
Hidup hingga nenek dan kakek dengan anak dan cucu…

Merenung dalam…
Kita kini…
Menanti keabadian…

(Puteriamirillis,Juni 2011)

8 comments
  1. Kalo listrik mati dan kamar gelap gulita, aku suka ngebayangin dalam kubur loh, Mba. Tiap kali listrik mati aku teriak-teriak histeris mbangunin suami suruh dia nyari lilin. Setelah itu kubayangkan, kalo didalam kubur aku mau minta tolong siapa? Mau teriak-teriak sama siapa?Heq! Ngeri…😦

  2. salam kenal mb..nice poem..mengingatkan kita pada detik2 yg terlupa utk lebih mengingat ttg kematian….saya tunggu jejaknya di blog saya mb..mari jalin persahabatan…ini alamat blog aku mbak…^^http://www.salsabiila.cc.cc/ sama ini http://www.nickzone.cc.cc/

  3. Masbro said:

    Bila tak lagi ada mentari, maka waktu tak akan berputar. Di sanalah keabadian berada.. Tempat dimana segala warna yang sebenarnya..

  4. easy said:

    keabadian hanya milik Allah

  5. Hmm….puisi yang membuat merinding mbak…Manusia hidup dan menunggu keabadian…

  6. uni said:

    hidup yg lebih abadi ya mba? ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: