Cerita Kedatangan di Ternate

Berpikir sejenak, Ternate. Tak pernah lupa pengalaman penempatan pertama di Ternate, Maluku Utara.

Pagi itu akhirnya aku berangkat juga ke Ternate pada tanggal 4 Januari 2008, setelah 3 hari sebelumnya penerbangan dibatalkan. Resah, gelisah bercampur semua. Tapi keputusan ini sudah bulat, ya aku akan berangkat ke Ternate. Dukungan suami teramat menguatkanku saat itu walaupun kami harus berpisah tempat sementara waktu. Da Arif masih harus menyelesaikan tesisnya. Jika sudah selesai akan menyusulku ke Ternate. Akhirnya mama yang mengantarkanku dan ikut denganku ke Ternate, sementara selama 2 minggu. Setelah 2 minggu darif akan datang. Setelah ia ujian tesis.
Perjalanan dengan pesawat Express Air dari Bandara Soekarno Hatta pukul 6 WIB. Menempuh perjalanan selama 4 jam. Sebentar kami transit di Makassar setelah 2 jam perjalanan yaitu pukul 9 (sudah WITA). Transit kurang lebih 1 jam. Sehingga jam 10 kami baru naik pesawat lagi menuju Ternate. Perjalanan lanjutan ini menempuh waktu 2 jam, kami pun sampai di Ternate pukul 13 WIT.
Amazing untuk saya bisa sampai di Ternate. Amazing dengan orang-orang di Bandara Sultan Babullah yang berlogat dan berperawakan beda dengan saya. Saya yang berasal dari Jakarta dan dipanggil embak oleh mereka. Suasana bandara yang sederhana, jika dibandingkan suasana di Bandara Soekarno Hatta. Serta panasnya matahari siang itu yang sungguh membakar kulit.
Pintu kedatangan

Menunggu barang

Orang-orang Ternate

Mesinnya tak menyala..jadi dipindah-pindahin aja..^^
Mesin dari roll barang berjalan di atas tidak menyala, sehingga barang-barang harus dipindah-pindahkan secara manual. Memungkinkan terjadinya pencurian bukan? Apalagi kondisi ketika itu penuh dengan orang-orang yang baru tiba.  Tapi amazing bagi saya, karena tidak ada yang berniat mengambil koper-koper dan barang-barang lainnya milik penumpang. Suara mereka keras-keras. Dan selalu menawarkan bantuan, membuat saya takut pada awalnya tetapi sebenarnya mereka baik-baik kok.
pesawat Express Air
Maskapai penerbangan ke Ternate pada tahun 2008 itu hanya 3 buah yaitu Merpati (transit Makassar), Lion (transit Manado) dan Express Air (transit Makassar). Tidak ada alasan yang berarti sih saya memilih Express Air, hanya karena baru denger aja dan mau mencobanya. Ternyata pelayanannya lumayan memuaskan, karena penumpang mendapatkan makanan yang berupa nasi (biasanya nasi kuning ikan cakalang), atau Sate Ayam. Lumayan mengenyangkan…^^
Perjalanan jauh butuh energi lebih bukan, supaya tidak lapar ya nikmat juga kan kalo dari maskapai dapat makanan yang berat. Untuk saat ini penerbangan ke Ternate sudah bisa menggunakan Garuda Indonesia (transit Manado) dan Batavia Air (langsung ke Ternate 4 jam tanpa transit).
Bagian luar bandara
Kondisi bandara yang sederhana awalnya memang sedikit menimbulkan perasaan gimanaaa gitu, bandara kok kaya kelurahan ya???hehe…tapi ya itulah Ternate. Tempat yang terpencil, maka bandara juga kecil. Lain dengan Soekarno Hatta di Jakarta atau Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali yang merupakan Bandara Internasional. Saya di siang itu sungguh merasa takjub luar biasa dengan kesederhanaan Ternate.
Mobil yang disini disebut Taksi (saya pakai waktu itu)
Hingga saya pun menuju ke rumah kontrakan dengan diangkut taksi, yaitu berupa mobil kijang yang dipakai sebagai angkutan dari Bandara. Ongkosnya di 2008 hanya 50 rb rupiah, tapi terakhir tahun 2009 sudah mencapai 100ribu. Tidak tahu deh sekarang…sudah melonjak jadi berapa. So bagi sahabat yang mau ke Ternate mudah-mudahan cerita ini bermanfaat ya…^^
Salam Persahabatan^^

Iklan
10 comments
  1. bermanfaat banget mbak, serasa ikut jalan-jalan kesana

  2. mauna said:

    iya mbak, hampir mirip cerita kedatanganku di palu, eh iya, namanya sama, untuk mobil carteran dinamakan taxi di palu

  3. dmilano said:

    SaleumInsya Allah jika ada umur dan kemudahan, saya akan berkunjung kesana, trims sudah berbagi :)saleum dmilano

  4. Semoga sayapun berkesempatan kesana…Sedangkan daerah Kaltim baru sedikit yang saya jangkau 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: