Ketika Petir Menyapa…

Petir menyambar dengan sinar yang tak terduga…
Hampir saja payung hitam ini tinggal rangka-rangkanya…

Tak berapa lama hujan mereda…
Tinggallah gerimis memenuhi bumi…

Namun petir itu tetap membekas di hati…
Dan tak kulupa sampai akhir nanti…
(Puteriamirillis, Mei 2011)

4 comments
  1. I-one said:

    ini tentang perasaan yang tersakiti ya?

  2. Asop said:

    Paling menyebalkan itu ketika petir datang gak bilang-bilang. Udah kita yang kaget, petirnya enak aja pergi secepat kilat. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: