Puisi Dua Jiwa

Jejak …
Seribu jejak membentuk sejarah …
Mencipta kehidupan…
Berliku namun berusaha seaarah…
Kita manusia tanpa anak panah…
Mencoba berlari tanpa kenal lelah…

Kita…

Apa yang kau takutkan kawan…
Jika pipit saja mampu menghidupi anaknya…
Anak bercicit menati kedatangan sang induk…
Meski hanya menunggu remah-remah…

Tak perlu lagi kau katakan…
Asa itu masih ada…
Ya asa itu masih ada…
Dan akan tetap ada…
Selama tanah itu masih berupa tanah bumi…

Kau tahu kawan…
Langit itu masih langit yang sama…
Apalah pula matahari, awan, bintang, apalagi pelangi…

Berjuang…
Meraih mimpi…

(sang puisi, Mei 2011)
<p><p><p><a href=”http://www5.shoutmix.com/?puteriamirillis”>View shoutbox</a> </p></p></p>
ShoutMix chat widget

7 comments
  1. niQue said:

    selamat berjuang🙂 Semoga dilapangkan jalan meraih mimpi ya bun🙂

  2. tunsa said:

    pagi2 meninggalkan jejak di sini, hehe..salam

  3. menarik sekali… engkau nampak memang sangat mencintai bumi dan isi2nya yang mengundang romansa. ^_^salam blogger dan perkenalan ^_^

  4. Mbak…..(peluk erat)Yah, pelangi yang baru kulihat juga pelangi yang sama dan masih langit yang sama…langit biru :)tak berhenti bermimpi karena kita menaruh keyakinan pada ALLAH SWT

  5. mampir mbak Put..membaca posting sambil meninggalkan jejak di rumah inimet siang

  6. suka banget sama puisinya…penuh arti yang membangkitkan semangat…terutama yang di pipit…kena banget tuhhh…🙂

  7. Hmm..mbak putri ini puitis banget yah…kreatif..*jadi malu nieh..nggak bisa buat puisi nieh saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: