Ini Jam Berapa, Bunda?

Kriiiinngggg….

Minggu pagi itu Bunda Berry si beruang kecil menerima telepon dari nenek. Dikabarkan nenek akan ke rumah pada siang harinya. Berry yang baru saja bangun ikutan Bundanya turun dari tempat tidur, dan meminta gagang telepon dari bundanya.
“Iya nek, Berry baru bangun tidur nek…”
“Nanti nenek mau ke rumah ya, asyiiiikkk…”
“Apa nenek mau bawa mainan, wah asyiiikkk”, teriak Berry.
Setelah gagang telepon ditutup Berry pun mengobrol sama Bundanya.
“Bunda..nanti nenek mau datang, katanya mau bawa mainan untuk Berry…, Berry ga sabar nunggu nenek datang Bun..”
“Iya-iya. Tadi nenek bilang mau datang jam sepuluh nanti nak..”
“Jam sepuluh itu yang seperti apa Bunda ?”
Bunda pun mengambil jam duduk dan menunjukkan kepada Berry jam sepuluh itu yang seperti apa.
“Seperti ini sayang, jam sepuluh itu berarti jarum pendek di angka 10 dan jarum panjang di angka 12, jarum jam kan ada dua seperti ini sayang. Nah jarum yang lebih pendek namanya jarum pendek, sedangkan jarum yang lebih panjang namanya jarum panjang”.
“Kalo ini namanya jam berapa Bunda”, kata Berry sambil menggerakkan jarum pendek ke angka 8 dan jarum panjang ke angka 12.
“Itu namanya jam 8 sayang”
“Kalau ini?”, kata Berry lagi sambil menggerakkan jarum pendek di angka 9 dan jarum panjang di angka 2.
“Kalau itu jam sembilan lewat 10 menit sayang”.
“Nah, karena Berry sudah bertanya jadi Bunda sedikit jelaskan ya sayang”
Berry masih memperhatikan Bundanya.
“Jam yang kita kenal ini sayang, adalah penunjuk waktu. Dari siang ke malam, dari pagi ke sore”.
“Berry tahu kan, pagi itu seperti apa?”
“Pagi itu, ada kokok ayam, masih dingin, matahari belum tinggi, seperti saat ini”
Berry terus mendengarkan Bundanya bercerita
“Kalo siang bun?”
“Kalau siang itu matahari sudah tinggi, panas, kaya kemarin siang kita pulang dari pasar sayang”.
“Ooohh…itu namanya siang, kalau sore Bun?”
“Kalau sore, seperti ketika Berry baru bangun tidur siang. Udara sore tidak begitu panas, tidak seperti cerah matahari siang. Jadinya Berry Bunda bolehkan bermain di sore hari setelah mandi, ya kaann?”
“Iya Bun, Berry kalo sore main ama teman-teman. Kalau malam Bun?”
“Nah, kalo malam, maka matahari sudah terbenam nak, matahari ga terlihat lagi digantikan oleh bulan. Sehingga pada malam hari udaranya tidak panas”.
“Malam hari juga adalah waktu Berry tidur sayang, di waktu malam maka tidur kita akan lebih panjang dan nyenyak, karena suasana malam lebih gelap dan senyap”.
“Iya Bun,,kalau tidur malam enak ya Bun..gelap…apalagi Bunda suka mematikan lampu di malam hari”.
“Iya sayang…”.
“Nah, di waktu pagi, siang, sore, malam itu ada waktunya sendiri-sendiri sayang. Kita memerlukan jam sebagai penunjuk waktu, jam diciptakan untuk lebih memudahkan kita sayang”.
“Ohh gitu ya Bun…emang menandainnya bagaimana Bun?”
“Seperti ini sayang”, kata Bunda sambil menunjukkan jam.
“Ini ada angka 1 sampai 12 kan sayang. Berry sudah tahu kan angka 1 sampai 12?”
“Iya Bun, ini satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh sebelas dua belas”.
“Benar sayang, nah angka 1 ini menunjukkan jam 1, angka 2 menunjukkan jam 2, begitu seterusnya sampai angka 12 yang menunjukkan jam 12”.
“Kalo sekarang jam berapa Bun?”

“Sekarang ini jam 7 pagi”

“Kalau nanti sore pas Berry mandi?”

“Nanti sore Berry mandi jam 4 sore sayang”

“Nenek datang jam sepuluh pagi dong ya Bun?”

“Iya sayang, pagi itu dari jam 1 pagi sampai dengan jam 10, biasanya orang menyebut pagi sampai jam 10 sayang. Kalo siang biasanya dari jam 11 siang sampai dengan jam 2 siang. Sore itu dari jam 3 sore sampai jam 6 sore. Kalo malam dari jam 7 malam sampai jam 12 malam sayang”.

“Oh gitu ya Bun…kalo Ayah pulang kerja biasanya jam berapa Bun?”
“Ayah kalo pulang kerja jam 5 sore lebih 30 menit sayang”
“kok ada menitnya Bun?”
“Iya sayang seperti ini nih”, Bunda menggeser jarum pendek ke angka 5 dan jarum panjang ke angka 6. Nah ini namanya jam 5 lebih 30 menit sayang. Minggu depan Berry belajar tentang menit ya sayang. Untuk pelajaran sekarang tentang jam dahulu, supaya Berry ga bingung. Oke…
“Sekarang kita mandi dulu ya, nanti nenek keburu datang, Berry belum mandi, malu kan?”
“Iya Bun”, kata Berry menyisakan penasaran pelajaran menit di minggu depan.
Tapi hari itu Berry tahu 1 lagi pelajaran yaitu tentang jam.

http://www5.shoutmix.com/?puteriamirillis
ShoutMix chat widget

10 comments
  1. Susi said:

    Memang sulit menjelaskan konsep waktu & jam. Selamat berlomba & semoga sukses.*semoga artikelku tidak terlambat posting. @_@*

  2. rasanya mengajari anak mengenal jam dengan cara seperti ini lebih mudah di mengerti ya mbak..

  3. Bundit said:

    Good luck ya mam dengan kontesnya. Ternyata banyak yang banci kontes hehehe. 🙂

  4. Aina said:

    he, jadi inget ngajarin ponakanku tentang jam…. muter2…

  5. Memerlukan kesabaran yach..ngajarin anak kecil heee…sukses untuk keduanya Put heee

  6. belajar membaca jam untuk anak2 paling mudah melalui media gambar yang jarumnya bisa berputar 🙂

  7. Wah, kontes lagi nih, Mbak? Sukses, yah!Eyke dateng mo ijin follow and majang link di blog eyke. Tengkyu…:)

  8. Orin said:

    Duh…aku pengen ikut juga Put, tapi kok ya ga pede kirim ceritaku hihihi…

  9. dey said:

    ikutan menulis 101 dongeng anak bun, ada infonya di FB ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: