Konseling Dengan Psikolog

Di kantor ada program baru, yaitu konseling dengan psikolog. Disana kita bisa konsultasi berbagai masalah yang kita hadapi. Masalahnya tak harus berat, yah sehari-hari aja. Misal masalah kerjaan, anak, rumah tangga, dll.
Nah hari ini perdana dan aku pun jadi konselee alias orang yang konsul. Sebenarnya sih pengen tau aja, gimana sih rasanya konseling dengan psikolog (biasanya waktu sekolah dulu aja konsul ama guru BP, hehe…)
Ternyata teng teng,,,psikolog nya menyenangkan, aku yang ragu pada awalnya jadi lancar aja ngeluarin unek-unek,,yah biasa lah masalah anak dan PRT yang aku konsulkan hari ini,,,
Awalnya aku konsul masalah PRT,,begini dan begitu seperti yang aku ungkapkan di sini, dan ternyata bu psikolog memberi saran untuk aku bisa bicara hati ke hati dulu dengan masing-masing PRT. Intinya apakah mereka masih ingin kerja di rumah?? biasanya PRT ku bilang betah aja, tapi tetep mau pulang dan akhirnya ga balik lagi,,(kadang logika PRT suka aneh)…
Lalu aku konsul masalah anak…gimana Umar suka rewel kalo aku mau pergi kerja, yang bertambah rewel setelah pindah rumah. Menurut ibu psikolog itu karena seorang anak di bawah umur 4 tahun punya logika yang nyata, belum bisa berpikir abstrak. Saat pindah rumah, Umar menyangka dia akan berpisah selamanya dari neneknya (baca: jida), anak itu berpikir jida itu menghilang, kok ga ikut pindah rumah, atau bahkan dia berpikir rumah nya jida hilang (makanya ketika umar kuajak pertama kali ke rumah jida sehabis pindahan dia seneng banget, azkiya juga, mungkin mereka berpikir rumahnya jida ga hilang kok).  Pikiran-pikiran seperti ini yang menghantuinya ketika baru pindah rumah, sehingga dia bertambah rewel ketika aku mau berangkat kerja, karena dia berpikir jida ga ada ummi juga ga ada, aku cuma ama embak (anak seusianya dengan pikiran yang masih logika nyata tersebut belum bisa berpikir ummi ada di tempat lain loh, dan sore sudah pulang lagi…tapi alhamdullillah suamiku selalu ada waktu untuk pulang siang dan sore karena kantornya deket ama rumah…tapi setelah terbiasa dia gak seperti itu lagi, mungkin tambah gede juga…sekarang umar udah bisa tertib ketika aku mau kerja, ga rewel lagi, cium tangan ummi juga…sekarang azkiya yang mulai rewel,,hehe,,episode baru…dan kata psikolog kita harus bisa berbicara kepada anak dengan bahasanya, yang menyatakan ummi pergi tapi akan kembali lagi, ga pergi selamanya (karena anak2 itu berpikir kita akan pergi selamanya)..ooh gitu…
Jadi sarannya bu psikolog, kita selalu omongkan dengan anak kejadian per kejadian…misal mau pindah rumah,,beri pengertian,,biacaralah dengan mereka bahwa kita akan pindah, nenek ga ikut, rumah nenek di sini, rumah baru kita di sana,,mereka akan lebih ayem menerima kepindahan dan tidak menganggap neneknya akan hilang selamanya. Kalo kita mau kerja,,yah begitu juga..katakan ke anak bahwa kita kerja sampe jam sekian..tunjukkan jam nya, jarum panjang dimana, jarum pendek dimana, nah jam itu ummi pulang,,,kalo kita pulang telat pun (lembur misal) telpon juga mereka katakan ummi pulang telat, supaya mereka tidak kuatir.
Yang ketiga masalah azkiya,,dia selalu nangis kalo ada orang pergi keluar rumah, walopun itu si embak, aku, ato abi (suamiku). Lalu psikolog tanya ke aku, bagaimana dulu ketika sedang mengandung azkiya. Dan aku katakan memang saat mengandung kia dulu aku masih tugas di Ternate, dan sedang mengaudit Pemerintah Kota Ternate. Nah saat itu teman-teman akan mengaudit ke Pulau Batang Dua yang letaknya di tengah-tengah antara Manado dan Ternate, ditengah laut, dari Ternate naik speed boat 4 jam ke sana, lama buanggett kan…satu lagi ke Pulau Hiri naik perahu kayu, dan aku pengen ikut…tapi  ga boleh doong ama temen-temen, kan lagi hamil…bisa-bisa melahirkan di jalan hehe…kejadian itu membekas di janin azkiya dan akhirnya sekarang kia jadi demen kalo diajak jalan-jalan..kalo udah pulang lagi ke rumah nangis,,,kata psikolog gapapa kok,,itu akan hilang sendiri seiring bertambah umurnya…
Yahhh gitu deh,,,just 4 sharing aja,,,^^

10 comments
  1. Hai Friend, apa khabar?Saya buat postingan baru nich.Kalau sempat silahkan mampir di blog saya, yaa…http://sosiomotivation.blogspot.comKita bisa berbagi tentang motivasi.Selamat menikmati, semoga bermanfaat.Thanks.

  2. Kira-kira ..Hani perlu ke Psikolog nggak Mbak?He eh he heAtau Bundanya Hani kali yah perlu ke Psikolog buat konsult masalah anaknya :DMbak….kangen banget…sala mmuach, mmmuach yah buat adik-adik di rumah 🙂

  3. @pendarbintang:mmmhhh(garuk-garuk)..gpp juga han,,ke psikolog kita bisa kok konsul masalah sehari2 aja,,ga harus yg rumit dan daleeemm bgt masalahnya…^^kangen hani juga,,peluk..pelukkk^^salam muah–muah juga untuk tante hani dari umar dan kia,,,

  4. nh18 said:

    HHmmm …Saya belum pernah mendengar / melihat ada hal seperti ini …Ini patut juga kita fikirkan …Ide untuk mendatangkan psicholog ini sungguh inisiatif yang patut diacungi jempol …Hmmm …Bisa nggak ya saya usulkan kepada dpt HR kami … hehehesalam saya Bu

  5. NECKY said:

    mau ngusulin ah ke kantor untuk ngundang psikolog, karena banyak manfaatnya deh kayaknya…terima kasih udh kasih info dan berbagi…

  6. niQue said:

    seneng banget bisa konsul gratis gitu mba, orang luar boleh ga? soalnya kok susah ya nyari psikolog buat konsul hal remeh temeh gini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: