Aceh Provinsi 1000 Jilbab

Baru-baru ini baru aja pulang tugas dari Aceh…Provinsi yang telah membuat muslimah-muslimah yang sebelumnya tidak berjilbab menjadi berjilbab,,,provinsi yang membuat aku tersenyum dengan banyaknya muslimah berjilbab disana…sejak adanya Qanun Aceh yang menetapkan bahwa wajib bagi setiap muslimah untuk berjilbab…yang non muslim tentu saja tidak,,
Provinsi yang telah membuat hikmah berhijab sebagai pembeda antara muslimah dan non muslim menjadi nyata terlihat,,sebab apa?? sebab akupun yang tak begitu mengenal perempuan-perempuan Aceh itu menjadi tahu…oh si A non Muslim…^^..
Menjadi jelas terlihat  inilah hikmahnya…hikmah yang menampak ke permukaan…
Namun,,di satu sisi aku sedih juga,,,karena apa????
Muslimah-muslimah Aceh ada yang terpaksa untuk berhijab,hal tersebut terlihat dari pemakaian lengan baju yang masih 3/4…jadi yang penting pake jilbab…walo ga syar’i-syar’i amat yang penting berjilbab…demi menegakkan Qanun…
Seharusnya Qanun itu ditegakkan dengan dasar penegakkan aturan Al Quran juga…aturan Allah juga yang menjelaskan bahwa aurat muslimah adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Jangan sampai kita hanya takut kepada aturan dunia (dalam hal ini Qanun) tetapi tidak takut dengan aturan Allah yang tercantum di dalam Al Quran.
Tapi aku sendiri paham, suatu aturan itu butuh waktu dan proses untuk dapat menjadi paripurna dalam pelaksanaannya…(wong masalah korupsi aja, aturan udah dari kapan, tetep aja tuw korupsi jalan terus)…setidaknya sudah ada payung hukum pelaksanaan jilbab…dan itu baik sekali…karena Islam sendiri adalah aturan dan perundang-undangan, dalam arti aturan Al Quran itu perlu mengejawantah dalam aturan-aturan formal suatu negara agar menjadi legal, formal dan wajar…
tugas kita bersama mewujudkannya di Provinsi lain…amiiiiiin^^ 

http://www5.shoutmix.com/?puteriamirillis
ShoutMix chat widget

3 comments
  1. wi3nd said:

    ini yang disayangkan..memakai jilbab karna kewajiban dan keterpaksaan bukan berhijab dari hati..semoga ajah mereka benar benar berhijab dari hati bukan karna terpaksa,sebab segala sesuatu yang dipaksa itu tidaklah baik..

  2. betul mba wiend…sayang sekali…padahal tinggal nambahin sedikit kain lagi untuk menutup seluruh tangan…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: