Sedikit nostalgia ke masa lalu ah, waktu saya masih balita. Dulu itu saya sukaaa banget ama boneka. Bonekanya ada banyak, dari mulai boneka binatang, boneka bayi yang kalo dot nya dibuka akan menangis, boneka hello kitty dan lain sebagainya. Tapi yang jadi favorit saya waktu itu ya boneka bayi yang bisa nangis itu. Waktu itu belum kenal Barbie, kenal barbie setelah SD. Ah, tentang barbie ini ada cerita horor. Si Barbie ini suka dibukain bajunya ama adekku Akbar, uh dasar aja ternyata sebelum balig pun laki-laki udah suka aja liatin tubuh wanita, walaupun hanya dalam bentuk boneka.

Waktu balita itu bermain dengan boneka sering dilakukan, biasanya pura-pura disuapin, nyanyi bareng, atau bermain tamu-tamuan. Bermain tamu-tamuan ini caranya adalah bonekanya dijejerin aja di kursi tamu lalu sediain minuman dan makanan pake barang-barang mainan juga. Terus mengobrol sendiri deh. Itu juga kalo lagi ga ada temen. Tapi jaman TK itu aku emang anaknya pemalu banget jadi belum berani ajak temen main di rumah.

Jika sudah tak dipakai alias mainnya sudah selesai boneka-boneka itu ditaruh lagi deh di suatu tempat. Boneka itu ditaruh di atas tempat tidur mama yang ada meja-meja itu loh, jaman dulu kan tempat tidur ga minimalis banget. Biasanya atas tempat tidur itu juga dipake untuk pertunjukan, aku menyanyi-nyanyi disana.

Ada cerita lagi, sewaktu saya SD. Saat itu kami pergi ke macro grosir. Yang ikutan Papa, Mama, Aku, Akbar dan Made. Di sana ada boneka anjing berwarna hitam dan putih. Aku dibelikan boneka itu oleh Made (sebutanku untuk kakak Papa). Apa dinyana? Akbar ternyata takut sama boneka anjing tersebut dan akhirnya kami pun mengantisipasi dengan menyebut boneka itu sebagai si komo melihat warnanya sama dengan si komo hitam dan putih. Persepsi Akbar si Komo itu adalah karakter si komo yang ada di televisi itu saat itu di TPI pagi jam 07.30. Kalau mengingat itu kami suka geli sendiri, apalagi si Akbar, hehe.

Ada cerita lain lagi, Mama ku ternyata bisa juga membuat boneka. Tapi boneka untuk hantaran penganten. Biasanya dibuat dari handuk ataupun bisa juga dari underwear. Hihi. Mama memang kreatif banget mau belajar apa saja. Walhasil dia mendapat penghasilan dari pesanan-pesanan hantaran penganten yang kerap datang padanya. Lumayan untuk nambah-nambah uang belanja.

Kalau Azkiya punya juga boneka kesayangan. Namanya Bee bee. Bentuknya seperti lebah. Boneka itu dikasih tante Dilla, istrinya Om Akbar. Satu lagi ada boneka sapi warna pink putih hadiah sewaktu kiya baru lahir dari adik sepupu suami uti dan sasa.

Ah, udah dulu ah. Cerita tentang boneka tak habis-habisnya. Apalagi sekarang ada blog-blog tentang craft yang luci-lucu banget bonekanya. Contohnya blog berikut yang juga sedang mengadakan give away. Ikutan yuks!

ikuti desa-boneka-2nd giveaway

baca juga daftar isi

http://ngerumpi.com/baca/2010/07/16/dream.html

Episode sebelumnya episode tiga belas.

“Ah, Mas Bagas. Apakah Aku telah mengatakan sesuatu yang salah padamu”, pikir Dimitri.

Angin berembus pelan, bulir-bulir padi bergoyang-goyang dengan lincahnya ditiup angin.

Bagas, Denova, Rindang, Damian. Semua adalah tokoh-tokoh yang ada dalam mimpi Dimitri malam itu. Hingga semua pun gelap dan gelap. Menjauh dari pikirannya sendiri. Tiba-tiba ada yang mengecupnya dengan manis.

 ***

“Oma, bangun Oma”, Cinta membangunkan Omanya dengan lembut.

“Ya, sayang. Jam berapa sekarang?”, tanya Oma.

“Baru saja adzan subuh berkumandang”, jawab Cinta.

“Baiklah Oma sholat subuh dahulu ya”, kata Oma.

***
Selesai Oma sholat subuh. Oma dan Cinta menuju ruang makan.

“Wah, Bi Moh memasak apa pagi ini?”, tanya Oma.

“Nasi goreng spesial dengan putih telur, Oma”, jawab Bi Moh.

“Wah sedap sekali terlihat”, kata Oma sambil menyendokkan nasi ke piring.

“Oma tidur nyenyak semalam?”, tanya Cinta.

“Ya, tentu saja Cinta?” jawab Oma.

“Oma terus memanggil nama seseorang sebelum bangun tadi”, ujar Cinta.

“Oya?”, Oma pun terdiam. “Mungkin itu hanya gumaman Oma saja sayang, sejak Opa meninggal setahun yang lalu Oma selalu memimpikan Opa. Opakah yang Oma panggil itu?”, tanya Oma.

“Bukan Oma, biasanya Oma memang selalu memanggil Opa dalam mimpi Oma. Tapi kali ini, supernova, eh bukan majalah nova, eh…salah Oma. Siapa ya?”, ujar Cinta.

“Nova? Denova maksudmu? benarkah Oma memanggilnya? Oma tak pernah ingat dengan mimpi. Selalu Oma lupa jika sudah terbangun”, ujar Oma.

Oma pun terdiam, melanjutkan makannya. Walau dalam hati ia merasakan sesuatu yang lain. Nostalgianya di masa lalu.

***

Selesai makan Oma dan Cinta pergi menuju sawah mereka. Beberapa tahun setelah menikah dengan seorang pengusaha Belanda, Dimitri memang menetap di Indonesia dengan suaminya. Mereka membangun usaha di bidang pertanian khususnya Padi. Dari mulai menanam dan memanen, hingga diolah menjadi bulir-bulir beras yang siap dipasarkan oleh Unit Dagang di Jakarta. Berton-ton beras yang mereka produksi setiap masa panen tiba. Keahlian Dimitri serta pengalaman suaminya menjalankan usaha ternak domba di Belanda merupakan gabungan yang sangat pas sekali.

http://www.flickr.com/photos/leoroubos/2149634102/

“Apakah kau sudah pernah jatuh cinta?”, tanya Oma di perjalanan menuju sawah.

“Ah Oma, Cinta malu mengakuinya”, jawab Cinta.

Cinta dan kedua orangtuanya tinggal di Sukabumi sejak Cinta kecil. Sedangkan Oma tinggal di Cianjur sejak awal kembali ke Indonesia.

“Cinta berlibur kemari, Cinta sedang gelisah dengan hati Cinta Oma. Weekend kemarin Cinta ke pantai Anyer dengan Mama. Cinta ingin melupakannya, tapi sulit Oma”, ujar gadis belasan tahun itu.

Simak episode itu di Cinta.

“Cinta, itulah Cinta. Ia ada dan akan sulit lepas dari ingatan dan mata hati kita. Oma pernah mengalaminya dan itu dulu Cinta. Sewaktu Oma masih muda, sebelum Oma pergi ke Belanda dan bertemu dengan Opa. Itu semua masa lalu salah satunya adalah Denova yang kau katakan Oma panggil dalam mimpi Oma. Selama ini Oma tak pernah mengingatnya, bahkan terpikir sejenak pun tidak. Oma sungguh mencintai Almarhum Opa. Perjuangan Opa mendapatkan Oma dan kegigihannya dalam mempelajari Islam sebelum kami menikah benar-benar membuat Oma kagum. Setelah di Belanda justru Oma bergiat dalam mempelajari ajaran agama kita Cinta. Saat itu kondisi Oma memang sulit. Kegalauan seorang gadis dua puluhan dalam cintanya”, Oma mengatakan itu sambil tersenyum.

“Apakah Denova cinta pertama Oma?”, tanya Cinta.

“Hmm, dia bukan cinta pertama Oma. Cinta pertama Oma bernama Bagas. Namun Denova yang pertama memberikan ciintanya pada Oma. Oma pun merasakan hal yang sama. Hanya saja dalam perjalanannya waktu tak menyatukan kami. Oma pergi ke Belanda untuk semua cita-cita Oma saat itu. Ya, Oma gadis ambisius dan kata orang jenius. Oma tinggalkan semua cinta Oma di Indonesia dan mulai meraih cinta baru di Belanda”, cerita Oma.

“Aku juga punya cinta pertama. Namanya Luvi. Namun Aku sedih Oma ketika Luvi pindah ke Jakarta dengan keluarganya dan katanya ingin meninggalkan Cinta agar Cinta bisa kuat dan tak cengeng lagi. Cinta dari kecil berteman dengan Luvi memang selalu bergantung pada Luvi. Cinta sedih Oma”, ujar Cinta.

“Tak perlu sedih Cinta. Hidup itu masih panjang dan masih ada banyak kesempatan bagimu. Jika Ia memang benar cintamu, yakinlah ia akan kembali. Asal kau yakin dengan itu. Sekarang jalanilah hidup dengan semangat. Cucu Oma kan pintar, cerdas dan sholeha ya Sayang”, kata Oma.

“Ah, Oma tak salah Cinta kemari. Cinta selalu bisa lebih tegar karena pujian dan semangat dari Oma”, ucap Cinta tulus.

“Ya, sayang. Kita ke tengah-tengah sawah itu yuk!”, ajak Oma.

Ah Oma masih tetap kuat walaupun Oma sudah berumur 60 tahun.

***
Siang itu dikala Oma sudah beranjak ingin tidur siang. Mang Asep tiba-tiba datang ke rumah.

“Ada Oma Bi Moh?”, tanya Mang Asep dari arah dapur.

“Ada, sudah mau tidur siang sepertinya Mang. Sore aja kemari lagi ya”, kata Bi Moh.

“Eh, jangan atuh. Harus sekarang. Ada pembeli besar dari Jakarta. Katanya mau menemui Oma”, jawab Mang Asep.

“Ya sudah sebentar Saya panggilkan dahulu Oma ya Mang”, jawab Bi Moh.

***
“Ada apa Mang?, tanya Oma begitu sudah di dapur.

“Begini Oma, ada pembeli dari Jakarta. Katanya mau menawar harga langsung ke Oma. Sepertinya pembeli baru”, jawab Mang Asep.

“Ya, sudah ayuk deh. Cinta antarkan Oma pakai motor ya”, pinta Oma.

“Ya Oma”, jawab Cinta sambil menuju parkiran di depan.

***
Begitu sampai di pusat penggilingan padi dan unit dagang “Lestari” miliknya, Oma segera turun dari motor. Menemui calon pembelinya.
Seorang Opa yang terlihat seumuran dengan Oma bangun dari duduknya.
Betapa terkejutnya Oma, melihat guratan-guratan wajah itu. Guratan wajah yang ia kenal meskipun tak lagi muda.
Begitupun dengan lelaki tua itu. Ia terkejut bukan main dengan wanita tua yang ada di hadapannya.
“Dimitri?”, tanya Lelaki tua itu.
“Denova?”, sambut Oma.
“Mengapa kita bisa bertemu di tempat ini? tempat yang tak ada sama sekali dalam masa lalu kita”, tanya Lelaki Tua itu.
“Entahlah”, jawab Oma sambil tersenyum.
***

Epilog

Denova dan Damian memang akhirnya mendirikan usaha bersama. Bidang penjualan beras. Usaha mereka tergolong sukses.

Akibat cekcok beberapa tahun yang lalu antara Dimitri dan Damian akhirnya Dimitri meninggalkan Indonesia dan menuju Belanda. Damian tak mengetahui lagi dimana Dimitri berada sehingga Denova pun tak punya informasi keberadaan Dimitri. Rumah Dimitri, tempat ia tinggal bersama Ayahnya dulu, sudah dijual ketika ayah Dimitri meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Denova akhirnya menikah dengan Dita teman semasa kuliah yang sudah meninggal akibat sakit jantung dua tahun yang lalu. Rindang mantan pacar Denova yang cemburu akan hubungan Dimitri dan Denova akhirnya menikah dengan teman kuliahnya. Hatinya sudah terlalu sakit untuk seorang Denova.

Mengenai Bagas, cinta pertama Dimitri kabarnya pun meninggal dunia akibat kecelakaan yang menewaskannya ketika pulang dari pristiwa di “Bukit Layang-layang” sekian tahun yang lalu.

Sebulan kemudian Dimitri menikah dengan Denova. Cinta mereka tak lagi seperti anak muda, namun cinta itu adalah cinta di penghujung usia. Teman bicara dan berbagi di kala usia tak lagi muda. Mereka bahagia hingga Denova pun meninggal dunia 3 tahun kemudian. 

Jika Ia memang benar cintamu, yakinlah ia akan kembali. Asal kau yakin dengan itu.
– Finish –
“Cerita ini diikutkan Giveaway Suka-suka Dunia Pagi
baca juga daftar isi
ada yang tahu artinya? hehe…
Intinya mah kalo lagi sakit jangan masuk kerja. Kalo udah merasa sedikit sakit maka segeralah diobati, jika merasa tak perlu masuk kerja ya jangan masuk kerja. Tapi kalo masih bisa jalan minimal ya masuk kerja aja, tapi akibatnya temen-temen kerja bisa ketularan.
Hari ini Pu mulai merasa tak enak badan. Entah karena apa? tapi yang jelas rada-rada pusing begini, mulai bersin-bersin, mulai ada cairan di tenggorokan, mulai merasa ga enak lah intinya. Pu kalo batuk masih awal-awal begini terus ga diobati ujung-ujungnya batuk bisa sebulanan lebih. Ugh!
How about you, feel sick today?

Sudah dua hari ini Pu berpikir keras tentang sebuah penghematan, ah suami Pu memang seorang yang sangat tegas akan urusan penghematan biaya rumah tangga namun bukan karena itu Pu menjadi berpikir lebih keras. Berhemat untuk Pu dan keluarga sudah biasa ia lakukan di rumah. Masalahnya ini seseorang dari negeri yang jauh memintaku untuk membuat sebuah anggaran belanja bagi dirinya yang tak lagi muda, mengapa kubilang demikian, itu lebih karena beliau nun jauh disana mengatakan bahwa anggaran biaya ini diperuntukkan bagi dirinya yang hanya tinggal berdua dengan seorang istri. Anak-anak sudah menikah dan tinggal dengan keluarga masing-masing di tempat lain.

Tadinya Pu kepengen menolak saja tugas ini. Menghindar. Tapi berhubung beliau seorang mantan tentara diriku jadi agak sungkan untuk menolaknya. Siapa tahu diriku bisa diangkat menjadi akuntan pribadi baginya (ga mungkin kali, wong aku bukan berlatar belakang akuntansi, walaupun memang sekarang bertugas di instansi yang tugasnya mengaudit pelaksanaan anggaran negara).

Beliau mengatakan bahwa di rumahnya terdapat benda-benda dan fasilitas sebagai berikut dengan asumsi penggunaan dalam pemikiranku dan berdasarkan pengalaman nyataku :

  1. Dua buah AC yang terpasang di kamar tidur : asumsiku jika mereka hanya tinggal berdua saja tentunya AC hanya digunakan 1 saja yang terletak di kamar utama pasangan suami istri tersebut . AC yang lain hanya digunakan jika anak-anak mereka datang menginap atau ada tamu lainnya yang tentunya tak setiap hari. Untuk sebuah penghematan dan demi kesehatan kusarankan agar AC hanya 1/2 PK saja supaya tidak terlalu dingin dan lebih hemat listrik. Aku memakai merk SHARP Ion Plasmacluster yang sayonara panas dan AC merk itu hemat. Sudah kubuktikan.
  2. Kulkas : asumsiku jika mereka hanya tinggal berdua tentunya isinya tidak perlu banyak-banyak. Jika sudah usia lanjut untuk menghindari penyakit bermunculan musti diet ketat, jangan terlalu banyak ngemil cokelat dan eskrim apalagi pizza, burger, sosis, keju dll. Selain tak terlalu baik untuk kesehatan memang lebih baik jika sudah usia lanjut makan itu harus dijaga. Misalnya lebih banyak ngemil sayuran, susu diet, yakult. Untuk makanan juga kurangi santan dan daging berlemak. Nah dengan begitu isi kulkas juga lebih sedikit. Pakai saja kulkas 1 pintu yang low voltage hanya 160 V dari Sharp lemon series yang bagus juga untuk sayuran. Menjadikannya lebih tahan lama.
  3. Rice Cooker : nasi tentunya sudah tak terlalu banyak dimasak karena serumah hanya berdua. Sekali masak setiap hari sudah cukup, sehingga rice cooker tak terlalu banyak menggunakan listrik.
  4. Dispenser : asumsiku jika sudah berumur lanjut tak terlalu suka minum air dingin. Lebih suka minum air panas dan air biasa. Jadi kuasumsikan menggunakan dispenser guci yang tak menggunakan listrik. Sehingga tak ada listrik terbuang dari pemakaian dispenser.
  5. Tiga buah TV : Aku juga berasumsi TV ini hanya dipakai 1 saja. Tidak mesra ah jika nontonnya sendiri-sendiri kan? jadi 2 TV yang lain itu ga menyedot saya listrik. TV juga dipakai hanya untuk menonton berita, Opera Van Java dan ceramah. Apalagi sang suami seorang blogger sejati dan istri suka menemani ketika suami ngeblog sehingga pemakaian TV akan sangat jarang.
  6. Pesawat Telepon : asumsiku telepon ini jarang digunakan, sehingga setiap bulan hanya bayar abodemen. Jika dipakaipun tidak lama-lama, lebih banyak pakai hand phone.
  7. Tiga Buah Handphone : asumsiku satu hape Blackberry, satu hape GSM. Blackberry hanya digunakan untuk internetan dan BBM an. 2 Hape GSM digunakan untuk sms dan telepon ke nomor GSM. 
  8. Sebuah mobil berbahan bakar premium : bisa jadi mobil ini dipakai oleh beliau setiap keluar bersama pasangan. Jika hanya pergi sendiri-sendiri tidak memakai mobil. Lebih memilih naik umum untuk berhemat. Diasumsikan beliau hanya menggunakan sejauh 40 Km dalam seminggu sehingga sebulan hanya 160 Km. Dibulatkan menjadi 150 Km per bulan. Diasumsikan mobilnya membutuhkan 1 L bensin setiap 10 Km sehingga dibutuhkan 15 L bensin setiap bulannya. Dengan harga premium Rp4.500 per liter maka dibutuhkan Rp67.500 sebulan ditambah biaya perawatan menjadi Rp150.000 per bulan.
  9. Sebuah Komputer : Asumsiku komputer ini dipakai bergantian dengan laptop. Sehingga tidak setiap hari dinyalakan. 
  10. Dua buah laptop : Asumsiku laptop ini hanya dipakai salah satu saja untuk satu waktu. Sehingga menghemat listrik. Laptop juga dinyalakan dengan baterai saja jika batere penuh sehingga menghemat pemakaian listrik, jika sudah lemah lagi baterenya maka listrik dipasang kembali dan akan dilepas kembali jika batere sudah penuh. 
  11. Dua buah kompor gas : asumsiku yang dipakai setiap hari hanya satu saja dari kompor gas itu. Yang satu lagi hanya kompor gas portable untuk dibawa jika sedang piknik atau jalan-jalan.
  12. PDAM : Asumsiku PDAM ini digunakan hanya sebagai jaga-jaga jika mati lampu saja. Untuk sehari-hari lebih memilih menggunakan air tanah selain lebih deras juga lebih alami.
  13. Paket Speedy : asumsiku beliau menggunakan paket hemat speedy yang hanya membutuhkan 150 ribu per bulan saja.
  14. Paket Blackberry : asumsiku beliau memakai XL dengan paket sebulan Rp99.000.

Nah untuk rincian belanjanya adalah sebagai berikut, kurang lebih ya. Ini diklasifikasikan karena pada kenyataannya ada yang bertambah dan berkurang dari anggaran ini, jadi melihatnya ke jumlah keseluruhan dari setiap klasifikasi. Kalo penambahannya ga sampai 10 % itu juga sudah bagus, dan layak disebut taat anggaran. Tapi kalo lebihnya sampe 30%, waduh itu udah warning, boros tuh! :

No.
Mata Anggaran
Rincian Anggaran
Jumlah Keseluruhan
1
Beras, Bahan Makanan, Buah, Gas, dan Aqua Galon
Rp. 100.000 + Rp. 500.000 + 75.000 + Rp. 78.000 + 50.000
 Rp803.000.
2
Zakat dan sedekah
Rp. 300.000
 Rp300.000
3
Paket Black berry + pulsa untuk 2 hape Rp.99.000 + Rp100.000. Rp199.000.
4
Sabun, Odol, Shampoo, Sabun cuci, pewangi, pembersih rumah tangga, dll
Rp. 200.000
 Rp    200.000
5
Rekreasi
Rp200.000
Rp200.000 
6
Angkutan Umum
Rp.100.000
 Rp100.000
7
Iuran RT (sampah, dll)
Rp. 50.000
 Rp50.000
8
Arisan
Rp. 100.000
 Rp100.000
9 Biaya Tak terduga + tabungan Rp263.000 Rp263.000
10
Mobil (bensin dan perawatan)
Rp.150.000
 Rp150.000
11
Telp, Listrik, PAM, Internet, Koran
Rp. 90.000 + Rp. 150.000 + Rp. 20.000 + Rp. 150.000 + Rp. 75.000
 Rp635.000

Total Rp 3.000.000.

Aku menambahkan dalam daftar belanja adalah zakat, rekreasi, arisan bagi istri beliau, koran dan iuran RT. Zakat adalah kewajiban bagi seorang muslim yang kutahu beliau adalah muslim = 2,5% dari Rp10.000.000 (asumsi pemasukan perbulan). Arisan kumasukkan dalam anggaran karena ibu-ibu biasanya suka arisan baik arisan RT maupun dengan konco-konconya. Rekreasi tentu penting untuk kesehatan jiwa beliau berdua bukan? Koran bermanfaat untuk menambah informasi dan bahan bacaan yang berguna.Sedangkan iuran RT biasanya selalu ada pada sebuah kompleks rumah tinggal.

Semoga beliau berkenan deh dengan asumsi anggaran belanja dariku. Dan yang kutahu sebenarnya beliau itu kaya raya dari hasil monetize blog loh. Jadi semisal per bulan beliau mendapatkan Rp10.000.000 dari monetize blognya yang puluhan dan dari uang pensiun maka masih ada sisa Rp7.000.000 per bulan yang bisa dimanfaatkan untuk menabung, investasi, ataupun membeli emas batangan untuk simpanan. Nah uang hasil investasi bisa dimanfaatkan untuk menabung (lagi), naik haji, umroh atau jalan-jalan ke luar negeri. Bisa juga untuk membeli baju, aksesoris dan perlengkapan hobi. Disisihkan lagi dari Rp7.000.000 sebesar Rp1.000.000 untuk amal ke sebuah Yayasan Sosial atau untuk membantu kerabat yang kekurangan. Menakjubkan bukan? Sudah kaya raya, kaya hati dan kaya amal pula. Namun tetap hidup bahagia dunia akhirat. Amiin. Atau bisa pula disisihkan Rp500.000 untuk mengunjungi cucu atau membeli hadiah untuk cucu. Saya berasumsi keduanya sehat lahir batin sehingga tak memerlukan biaya lebih untuk berobat. Amiin.

 Artikel ini diikutsertakan ada Kuis Anggaran Belanja Bulanan di BlogCamp.

Just Intro

Hampir setiap hari di minggu-minggu yang lalu Nia Angga selalu menyetel lagu Rindu versi Agnes Monica dan bersebrangan dengan Epay yang lebih suka dengan Rindu versi Frida. Aku juga ga tau pasti sih apakah keduanya suka dengan kedua versi tersebut ataukah mereka telah bersepakat untuk saling berlawanan dan bersebrangan. Kalo Aku pribadi sih enak-enak aja tuh keduanya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kalau rindu versi Agnes lebih menyentak dan lebih ngerock sedangkan pada versi asli yaitu versi Frida kan lebih banyak unsur mellow nya. Coba deh bandingkan dua video di bawah ini. Jangan berantem kaya di youtube ya debat bagusan yang mana, hehe…

 
 

Inti Permasalahan

Hari ini adalah hari yang spesial untuk Nia Angga partnerku di story pudding for wedding. Apa pasal? Hari ini 15 November 2011 Nia Angga berulangtahun yang ke 28. Barokallah ya sis, semoga apa yang kau harapkan tercapai. Jangan patah semangat!!! Dan seperti biasa di ruangan kami jika ada yang berulangtahun maka Teh Epay akan memegang peran utama sebagai panitia persiapan membuat baju yang berulangtahun berubah warna di saat pulang. Intinya mah tau kan istilah diceplokin.

Tradisi ini memang kuat sekali keberadaannya di ruangan kami, ingat! hanya di ruangan kami. Ruangan yang isinya rata-rata orang gokil kecuali Puteri Amirillis. Sejak pagi persiapan sudah dimulai diantaranya menyiapkan krim semprot untuk membuat kue, menyiapkan ampas-ampas kopi yang tak diminum oleh Bapak-bapak peminum kopi menyiapkan kertas yang udah dihancurin, menyiapkan lakban dll.

Pelaksanaannya adalah pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB gitu tiba-tiba ruangan dimatikan lampunya dan muncullah kue ulang tahun. Lilin dinyalakan kemudian ditiup kembali oleh yang berulangtahun. Kemudian dengan dikomandoi oleh Pak Ade (atasanku) para penceplok pun menjalankan aksinya kepada mereka yang ultah tak peduli bajunya yang ultah putih ataupun jika ia tak membawa baju ganti. Sudah resiko. Saya sendiri hanya mengambil beberapa gambar.Baca juga curhatan Nia disini.

http://images.travelpod.com/bin/tripwow/flash/tripwow.swf
Ultah Nia Angga Slideshow: Puteri’s trip to Jakarta, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

Terus terang Saya penasaran pengen baca novelnya Clara Canceriana yang berjudul If You Were Mine, apakah ini sebuah novel romantis ataukah ada hal-hal lain yang diungkap di novel itu. Saya tak tahu karena Saya belum membacanya tapi dengan mengikuti contest ini Saya berharap bisa berjodoh dengan novel tersebut. Saya sendiri belum mengenal Clara Canceriana dan belum tahu jenis tulisannya seperti apa. Ah, tapi mengapa Saya ingin sekali berjodoh dengan novel tersebut.. I Have a Desire on it.

Jangan ragu dan jangan bimbang kita berjuang bersama. Ini mungkin bukan perjuangan meraih cinta sejati tapi ini adalah perjuangan meraih sebuah novel. Right! Tak apalah Saya dibilang pencinta kontes sejati karena
Saya suka ikutan kontes yang diadakan oleh blogger. Ini adalah sebuah perjuangan. Created something!!

Feel Something Romantic on My Write? 

For The Novel If You Were Mine. If i think it true, i will get it!!