Arsip

keluarga

Suatu aturan dalam lingkup apapun pasti ada. Di rumah, di kantor, di masyarakat, lingkup profesi, bahkan antara dua orang manusia ada aturan. Bahkan suku-suku primitif pun mengenal adanya peraturan seperti pada suku Aborigin misalnya Laki-laki pelaku inses dikenai hukuman mati dan yang perempuan dikenai hukuman cambuk atau tombak. Pada suku Korowai di Kalimantan para laki-laki tidak boleh masuk ke ruangan wanita begitupun sebaliknya kecuali bagi bayi laki-laki yang masih menyusui pada ibunya.


Kita mengenal di keluarga kita ada aturan-aturan tak tertulis yang dianggap sebagai kebiasaan bagi suatu keluarga, misalnya keluar rumah maksimal pada pukul 21.00 kecuali ada hal-hal mendesak yang membuat seorang anggota keluarga boleh berada di luar dari waktu yang disepakati tersebut. Pembuat peraturan ini tentu saja orang tua sebagai penanggung jawab suatu keluarga, berdasarkan masukan dari anak-anak dan anggota keluarga lain tentu saja. Kita juga mengenal di kantor ada aturan jam kerja, masuk kerja pada pukul 08.00 pulang kantor pukul 17.00, misalnya karena masing-masing perusahaan tentu memiliki aturannya sendiri. Tentu harus sesuai dengan ketentuan jam kerja dari Undang-undang.

Aturan menciptakan harmoni dan keselarasan agar masing-masing anggota mendapat apapun sesuai dengan hak dan kewajibannya. Aturan sebagai blogger misalnya, kita pun memilikinya. Misalnya aturan untuk tidak copy paste dari hasil karya orang lain, memposting artikel yang baik dan benar dalam arti tidak menimbulkan kegelisahan dan kemarahan dari pihak lain, memberi komentar-komentar yang sopan dan tidak menuliskan kalimat yang tidak senonoh.

Seringkali suatu aturan menimbulkan protes dan kekesalan dari suatu pihak, mungkin karena aturan itu tidak sesuai dengan aspirasi yang bersangkutan. Seperti ketika akan dibuat suatu peraturan mengenai pornografi (Undang-undang) maka menimbulkan pro kontra disana sini, saya sendiri pernah berkesempatan ikut dalam suatu acara pembahasan draft dari Undang-undang tentang Pornografi dan hasilnya ketika itu dibahas adalah pro dan kontra. Mengapa begini dan mengapa begitu, terutama menyangkut pakaian daerah Bali dan Papua.

Namun biar bagaimana, itulah suatu dinamika dalam pembuatan aturan menjadi suatu peraturan. Tidak mudah. Seperti ketika saya membuat peraturan mengenai sistem Mutasi di instansi saya bekerja maka ketika draft peraturan jadi tertuailah pro kontra, jika begini bagaimana, jika begitu bagaimana. Dan itu harus sudah dianggap sebagai jalan untuk membuat aturan menjadi suatu peraturan.

So? sudah memahami kan..peraturan itu dalam bahasa mudahnya adalah peresmian, pelegalan, membukukan suatu aturan menjadi dalam bentuk tertulis, ada hitam di atas putih. Kita mengenal peraturan sebagai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Surat Keputusan, dll.

Ketika aku menyadari, aku memiliki seorang laki-laki hebat dalam kehidupanku.
Tadi malam ketika anak-anak telah tidur dan tadi pagi saat kami menghadiri pernikahan om ku. Jangan kaget om ku ini umurnya lebih muda 7 bulan dari aku. Dan ketika menghadiri pernikahan itulah aku tersadar, kami telah 5 tahun menikah. Agustus nanti tepatnya.

Ketika kami mengarak penganten dari mesjid tempat akad nikah dilangsungkan, sampai ke tempat resepsi berlangsung di rumah penganten wanita. Diiringi rebana dan petasan khas Betawi (memang istri om ku itu orang Betawi).

Aku dan suamiku berjalan beriringan dengan Umar (azkiya lagi digendong tantenya) betapa nikmat saat itu.

Saat kami di awal mengikat janji, dan kini sudah sejauh ini perjalanan. Mengarungi suka duka, berbagi emosi dan perasaan juga pikiran dan cita-cita.

Ketika tadi malam kami membuka internet bersama, sambil dia mencari lagu-lagu yang bagus untuk bahan dia mengajar diklat di kantor. Sepertinya tadi malam David Foster dan lagu Ayah versi Peterpan jadi pilihan yang nikmat.

Ketika itu kurasakan perannya sebagai Ayah bagi Umar dan Azkiya. Dia begitu ingin menjadi ayah yang baik, kurasakan itu dan akupun memeluknya. hmmmm…

Setelah itu kami tidur, jangan tanya apa yang kami lakukan setelahnya…

*curhatan seminggu yang lalu, yang baru diposting sekarang.
^^
Salam persahabatan semua…^^

Di Jaman yang sudah semakin modern kebutuhan akan kendaraan sudah seperti kebutuhan akan makan. Tak soal apakah itu kendaraan pribadi ataupun  kendaraan umum. Untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain yang menempuh jarak lebih dari 2 kilo rasanya kita akan berpikir untuk menggunakan kendaraan , ditambah mobilitas kita yang tinggi untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Saya pribadi adalah seorang yang sangat membutuhkan kendaraan untuk berangkat kerja, ke pasar, mengunjungi rumah orangtua, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Jarang sekali saya berjalan kaki, kecuali jika memang lokasi yang dituju dekat dan tidak membutuhkan waktu cepat untuk sampai ke suatu tempat.
Sebagai seorang Ibu dari 2 orang anak, Umar dan Azkiya, tentu saja ada saatnya saya harus membawa serta mereka ke suatu tempat, dengan Abi nya anak-anak juga tentu saja. Tempat yang sering dikunjungi adalah rumah orangtua saya dan suami, tempat rekreasi, dan pusat perbelanjaan. Terkadang kami menggunakan  kendaraan umum, terkadang juga menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil untuk pergi ke suatu tempat tersebut.
Sebagai  kendaraan yang digunakan banyak orang sebenarnya  kendaraan umum nyaman-nyaman saja digunakan asalkan supir bus harus mengikuti kaidah-kaidah lalu lintas dan safety riding dalam berkendara, namun hal tersebut sangat jarang ditemukan pada  kendaraan umum di kota-kota besar seperti DKI Jakarta. Selalu saya melihat metromini saling menyalip, mikrolet yang menurunkan penumpang di sembarang tempat dan tidak melihat apakah penumpang sudah turun sempurna atau belum, bus besar yang kebut-kebutan, dan lain sebagainya. Saya pribadi pernah membawa Umar (anak saya yang ketika itu masih berusia 21 bulan) ke pusat perbelanjaan, ketika turun dari mikrolet si supir tidak melihat kalau Umar belum turun sempurna dari mikrolet dengan kondisi saya yang sedang hamil besar sehingga hampir saja kami terjatuh. Alhamdullillah hal itu tidak terjadi.

Kecelakaan lalu-lintas sering terjadi di  kendaraan umum, misalnya bagi penumpang bus besar yang berdiri dan sulit untuk pegangan karena kondisi bus yang sudah penuh penumpang, ketika supir mengerem mendadak penumpang tersebut kehilangan kontrol diri sehingga ia pun terjatuh dan menimpa penumpang lain di depannya dan terjadilah jatuh berderet di bus kota yang apabila hal itu terjadi akan menjadi bumerang bagi penumpang yang berdiri di dekat pintu masuk karena bisa dipastikan penumpang tersebut akan terjatuh ke luar bus. Karena itu agak ngeri juga jika membawa anak dalam kondisi bus yang sesak penumpang, sangat tidak aman.

Kendaraan pribadi yang sering kami gunakan adalah motor, motor bebek tepatnya. Yang utama dalam berkendara motor adalah menggunakan helm, baik itu untuk orang dewasa maupun bagi anak-anak. Helm menjaga kepala kita dari benturan keras ketika kecelakaan lalu-lintas yang tentu saja sangat tidak kita harpkan terjadi. Kaidah safety riding tetap harus kita gunakan walaupun motornya motor pribadi, jangan karena kepunyaan pribadi maka kaidah-kaidah keamanan berkendara tidak diperhatikan. Berkendara yang aman, tidak kebut-kebutan juga harus dijalankan. Alhamdullillah suami saya termasuk kalem dalam berkendara alias tidak kebut-kebutan. Seringkali kita dapati dari media, terjadi tabrakan antar pengendara motor atau motor dengan mobil, atau mobil dengan mobil, karena apa?? ya, karena kebut-kebutan. Seakan kalo kebut-kebutan akan terlihat keren, jago nyetir, dan lain-lain. Yang disayangkan apabila ketika kebut-kebutan tersebut ada orang lagi menyebrang jalan, atau anak-anak lagi lari-lari mengejar layangan,dan terjadilah kecelakaan lalu-lintas yang sangat tidak kita harapkan.

Saya pribadi berharap agar  kendaraan umum dan  kendaraan pribadi dapat menerapkan safety riding dengan sebaik-baikny agar kecelakaan lalu-lintas dapat diminimalisir. Bagi keluarga-keluarga hendaknya senantiasa mengingatkan anggota keluarganya agar selalu aman dalam berkendara, senantiasa saling menasehati apabila ada anggota keluarga yang kebut-kebutan, atau tidak mengenakan helm dalam bersepedamotor. Bagi Asosiasi  kendaraan Umum juga hendaknya mengingatkan selalu para supir kendaraan umum untuk berkendara dengan aman, kenakan sanksi yang akhirnya dapat memberhentikan supir yang ugal-ugalan dalam berkendara.

Sebagai Bloger, saya  ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh DBlogger juga dalam rangka mengkampanyekan safety riding dan ikut mencurahkan isi hati saya dan keprihatinan saya melihat kondisi berkendara masyarakat Ibukota yang semakin tidak tertib.

http://www5.shoutmix.com/?puteriamirillis
ShoutMix chat widget

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.